Tentang Skripsi
Hello! Selamat datang!
Bagaimana kabar teman-teman? Semoga baik-baik saja ya..
Pada postingan kali ini, aku ingin sharing mengenai ~SKRIPSI~ . Dikarenakan aku baru dinyatakan lulus sidang tanggal 23 Juli kemarin, jadi musim skripsi itu masih hangat di otak ini. Jadi aku ingin sharing ke pembaca post ini yang mungkin akan menghadapi skripsi.
Disini aku akan menceritakan pengalaman aku menghadapi skripsi dengan sistem yang ada dikampus. Bisa jadi, kampus lain memiliki sistem yang berbeda ya. Jadi jangan terpaku dengan sistem yang aku post disini, tapi bisa diambil tips-tips dari aku yang kurang lebih sama dengan postingan blog lainnya. Tapi aku senang apabila postingan ini dapat membantu teman-teman :)
1. Metodologi Penelitian
Pada semester 6, terdapat mata kuliah dikampus yaitu Metodologi Penelitian. Nah, dikampusku itu 'Metlit' ini berfokus pada penyusunan skripsi yang difokuskan pada materi BAB 1, 2, dan 3.
Jadi disini tidak dituntut untuk sempurna. Mahasiswa hanya diperkenalkan saja dengan skripsi versi awam. Kenapa awam? Karena walaupun harus menyiapkan judul dan meminta Acc dosen mata kuliah tersebut, namun tidak diwajibkan untuk menggunakan judul yang sama ketika Proposal Skripsi nanti. Jadi hanya 'perkenalan' dalam penyusunan skripsi.
Sistem pengumpulannya pun dicicil. Misalkan Bab 1 dulu, lalu lanjut, dan terakhir ketika UAS diminta untuk mengumpulkan semuanya.
Biasanya disini hanya difokuskan mengenai cara penyusunan dan melatih mencari sumber-sumber yang dibutuhkan dalam skripsi. Tidak perlu khawatir karena disini tidak ada pengesahan apapun. Tapi menurutku kita harus benar-benar melatih teknik penulisan. Sambil mencari referensi dari skripsi kakak tingkat yang sudah ada di perpustakaan.
2. Proposal Skripsi
Nah, ini yang bikin mahasiswa kalang kabut. Kenapa? Karena disini ada bagian 'pengesahan' yaitu berupa SEMINAR.
Pada 'Proposal' Skripsi, mahasiswa diberikan kebebasan untuk mencari topik untuk skripsi nantinya. Tentunya harus sesuai dengan jurusan yang diambil. Disini mahasiswa sudah mendapatkan DOSEN PEMBIMBING MASING-MASING. Biasanya, dosen pembimbing kalian juga bisa menjadi dosen penguji mahasiswa lainnya nanti. Jadi kalian ketika bimbingan harus benar-benar menjaga hubungan dengan baik sehingga proskrip bisa berjalan lancar.
Apa sih yang difokuskan di pro-skrip?
Namanya juga proposal, jadi kalian disini mengajukan judul untuk skripsi nanti. Biasanya yang pusing itu apabila dosen pembimbing tidak cocok dengan judul kalian sehingga kalian perlu memodifikasinya sesuai arahan pembimbing yang tentu berpengaruh dengan penyusunan bab selanjutnya. Aku berharap siapapun dosen yang menjadi pembimbing kalian, beliau bisa benar-benar membimbing kalian dan tidak sulit untuk ditemui ya!
Perhatikan surat edaran dan tata cara pengajuan, penyusunan, dan berkas-berkas yang harus disiapkan untuk Seminar.
Setelah semua selesai, dan sudah dapat acc dosen pembimbing, kalian bisa mengurus administrasi ke kampus. Dulu sih seperti harus mengisi beberapa form gitu untuk diberikan ke bagian Program Studi. Seminar dikampusku masuk ke salah satu mata kuliah, jadi nanti ada nilainya juga. Hanya saja yang bikin sulit adalah mahasiswa masih harus fokus dengan mata kuliah lainnya juga yang otomatis masih ada UTS dan UAS juga. Jadi sedikit pecah fokus saja sebenarnya. Jadi, pintar-pintar membagi waktu yaa..
Dan setelah administrasi selesai, kalian akan diuji di seminar. Seminar itu seperti sidang skripsi juga. Kalian presentasi ke dosen penguji dan sebagainya. Kalian ditanya-tanya, diuji mentalnya, dan lain-lain. Aku tidak merasakan diuji offline karena kebetulan aku kebagian online karena Covid-19 dan kampus tidak ada pertemuan tatap muka alias lockdown.
Aku berencana untuk menulis postingan terpisah mengenai pengalaman aku di 'seminar'. Mau?
3. Skripsi dan Sidang
Akhirnya kita tiba di ujung masa kuliah. Dimana rasa takut, cemas, insomnia, deadline, pusing, maag, pusing jurnal, gak makan, banyak makan menjadi satu!
Hei! Tapi sidang tidak semenyeramkan itu. Tenang saja.
Apa yang harus dipersiapkan? Nah, setelah seminar pasti ada tahap revisi dari penguji untuk mendapatkan tanda tangan beliau. Setiap kampus memiliki kebijakan sendiri mengenai revisi. Untuk aku itu diberi waktu selama 2 minggu untuk revisi dengan penguji. Setelah mengumpulkan hardcopy proposal skripsi seperti yang diminta kampus, aku langsung fokus mencari magang.
Karena aku belum magang, jadi aku magang sambil menyusun skripsi juga.
Intinya kalian harus punya time table yang jelas agar semuanya berjalan dengan lancar. Jangan menunda-nunda juga ya!
Terimakasih sudah membaca postingan kali ini! Semoga bermanfaat!


Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan Jejakmu! Hargai karya anak bangsa!