Aktivis Kampus? Seru gak sih?

 Hello everyone!

HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja dan sehat selalu. Kali ini aku ingin membahas 'sedikit' mengenai organisasi kampus. Oh ya, ini hanya pendapat pribadi saja ya. Tidak bermaksud untuk menyinggung apapun, ini asli murni dari pemikiran sendiri dan hanya untuk sharing aja.

So, apakah teman-teman berminat untuk gabung di organisasi kampus? atau sudah bergabung? atau masih mikir-mikir dulu?

https://www.kompas.com/hype/read/2020/11/23/190503166/sinopsis-film-di-balik-98-kisah-keluarga-yang-terpisah-saat-tragedi-1998?page=all

Disini aku akan menceritakan pengalamanku sebagai anggota dari Himpunan Mahasiswa di kampus. Serta sebagai anggota dari sebuah Unit Kegiatan Mahaiswa (UKM) dikampus juga. Sekilas mari kita kembali saat aku semester 2 di kuliah. Saat itu ada kegiatan open recruitment Himpunan Mahasiswa dikampus. Aku benar-benar tidak tertarik karena trauma ketika masa Bimbingan Mahasiswa Baru. Taulah gimana rasanya. Jam 5 harus sudah ada di area kampus dengan atribut yang unik, ada laporan setiap pos, membawa peralatan yang ditugaskan, tugas-tugas yang harus dikerjakan dan lain-lain. Jadi disitu aku berkenalan dengan berbagai organisasi dikampus. Kampusku bukan PTN maupun PTS yang terkenal se-Indonesia. Aku yang tergila-gila dengan Wattpad yang bertemakan masa kuliahan jadi penasaran sendiri masa sih ikut organisasi itu seseru yang diceritakan? Sehebat itu? Seasik itu?

Hingga akhirnya, aku memberanikan diri mendaftar Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Ikut semua tahap-tahap seleksi.

Keterima.

Dengan jabatan Kepala Divisi Pendidikan.

Namun segalanya berubah ketika Program Kerja mulai menyerang :)

Asik? Banget! Keren? Banget!!! Ilmu? Banyaaaakkkk bangeeettt!

Pernah merasa bangga ketika berada di Sie sebuah proker yang sibuk minta ampun. Bangga juga ketika dipercayakan menjadi Ketua Panitia. Berangkat kekampus jam 4 subuh, mandi jam segitu pulang bisa jam 11 malam. Bahkan pernah ada proker yaang harus menginap selama 3 hari di sebuah desa. Hidup Mahasiswa!

Nah dari aktivitas diatas, apa sih kendala atau tantangan yang pernah aku alami?

1. Izin Orang Tua

Beberapa kali aku harus meyakinkan orang tua mengenai aktivitas dikampus yang memang menyita banyak waktuku. Aku yang dari SMA tidak pernah pulang diatas jam 8 malam (itu juga karena ada les tambahan) bikin orang tua kaget. Mulai dari pas gak ada jadwal kelas tapi aku harus kekampus ngurus proker, aku yang berkelana kepenjuru kampus buat konsultasi ke dosen, aku yang selalu membawa dagangan berupa risol, cilok, sosis bakar karena kewajiban dan pastinya bukan anak organisasi kalo gak DANUSAN HEHEHEHE..

Jadi awalnya itu aku sering banget dimarahin. Bahkan ayah juga pernah langsung blak-blakan, bunda juga. Karena waktu itu rumahku berada di gang sempit yang padat penduduk otomatis tetangga memantau kegiatanku. Bunda sempat bilang bahwa aku pernah jadi bahan gunjingan disekitar rumah karena sering pulang malam :) Oh my, rasanya sakit banget gak sih? Aku juga pulang malam karena tanggung jawab mengenai aktivitas aku di himpunan bukan nongkrong tidak jelas. Bahkan aku juga jarang nebeng ketemanku kalo pulang dan memilih memesan ojek online.

Ya, namanya tetangga, gimana lagi? hehehe..

Namun seiring berjalannya waktu, dari aku yang dulu di cap anak rumahan jadi anak kura-kura. Tau kan kura-kura? kuliah-rapat kuliah-rapat. Hampir setiap hari ada rapat. Hampir setiap hari berangkat pagi. Kelas nomor dua, organisasi nomor satu. Bahkan ada istilah "Kelas kita di sekretariat". Tapi ini masa-masa yang sangat menyenangkan dan tidak terlupakan.

Setelah mendapatkan tips-tips dari para kating, aku tahu tak-tik agar orang tua luluh ketika aktivitas kampus padat. Kali ini aku akan sharing ke teman-teman pembaca semua :)

Tips (Ini tips yang berhasil pada situasiku, belum tentu berhasil pada semua orang ya, jadi boleh sharing dikolom komentar tips lainnya)

1.Selalu senang/menunjukkan wajah bahagia ketika sampai dirumah. Percayalah, dengan melihat kita enjoy, kita senang, kita bahagia, orang tua jadi nggak khawatir anaknya terbebani. Dipikiran mereka cuma satu, oh anak ini menyukai kegiatannya. Jadi tidak ada alasan bagi mereka lagi untuk melarang kegiatan yang kita sukai bukan?

2. Nggak minta uang jajan tambahan. Nah ini nih. Kita sebagai anak juga harus mengerti situasi orang tua. Ada proker yang harus membuat kalian mengeluarkan rupiah? Pakai dana pribadi ya. Jangan minta ke orang tua. Beli baju? PDH? Pakai uang pribadi! Ongkos ke kampus pas dihari libur/diluar jatah jajan? Kan udah dikasih uang jajan yang 'pasti' dari orang tua, masa mau minta lagi?

3. Tunjukkan prestasi. TERPENTING adalah tunjukkin tuh hasil kalian rapat selama ini apa, kalian berhasil ngapain aja, dan tunjukkin transkrip nilai yaa!! Buktikan organisasi tidak mengganggu IPK kalian! Malah menambah nilai plus!

4. Selalu mengabari. Bunda nanya? Ayah nanya? Di chat? Jawab! Kalo bisa kasih bukti foto kalian lagi ngapain. Biar mereka percaya. Biar kalian bisa membuktikan bahwa kalian menjaga kepercayaan mereka selama ini!

5. Terakhir, ketika ada rapat yang malammmm banget. Kalian pernah dong ngenalin teman organisasi kalian ke orang tua? Minta izin via mereka. Biar mereka yang menelepon orang tua kalian. Lebih bagus sih ketua organisasi kalian langsung. Waktu itu aku pernah meminta tolong ketua himpunan. Bahkan ketua 2 (dua) himpunan sekaligus :) Entahlah, bunda lebih percaya kalo yang telepon laki-laki jadi aku meminta tolong temanku. Dan ayah lebih percaya perempuan (Karena ada juga perempuan yang bersamaku waktu rapat) jadi aku juga meminta temanku yang lain. and it works!

2. Waktu

Seperti sudah sedikit disinggung diatas, waktu adalah hal yang sulit aku kendalikan. Ya gimana gak sulit, aku yang biasanya kaum rebahan harus kekampus hampir setiap hari. Otomatis berpakaian yang rapi kan? Mandi gitu hehehe..

Tapi disini benar-benar mengajarkan kita mengenai manajemen waktu yang baik. Diluar melatih manajemen waktu untuk diri sendiri, melatih juga manajemen waktu untuk organisasi kamu (menentukan jadwal rapat, time table proker, dsb).

Aku kan double job. Aku ikut himpunan dan UKM. Aku berusaha mungkin menyeimbangkan keduanya. Namun ada kalanya kita harus memilih prioritas, mana tanggung jawab yang lebih besar. Seperti waktu di UKM aku memilih untuk fokus mencari dana usaha. Jadi apabila ada proker setiap hari aku datang jam 8 pagi untuk mulai berjualan dengan kating di UKM tersebut. Aku ikut rapat mingguan sebisa aku. Karena rapat di UKM cenderung lebih singkat dibanding rapat di himpunan. Rapat di UKM paling lama 4 jam. Kalo dihimpunan bahkan terkadang seharian juga bisa.

Waktu untuk keluarga juga menjadi terbatas. Aku dihadapkan beberapa pilihan sulit. Memilih ikut acara keluarga atau proker. Tentu aku sebisa mungkin memilih keluarga. Tapi setelah izin dengan ketua himpunan, kating-kating yang menghasilkan bahwa kehadiranku tidak berdampak besar atau aku bisa mendelegasikan tanggung jawabku ke teman yang lain aku pasti dibolehkan untuk izin. Tapi terkadang hanya memberi notifikasi aku izin saja sudah cukup kok. Karena semuanya memprioritaskan keluarga. Terima kasih kepada kating-kating dan teman-teman yang memaklumi diriku ketika 'sering' izin karena alasan tidak dapat izin dari orang tua. Love you guys so much..

3. Uang jajan

Hidup harga mahasiswa! Aku dikasih uang jajan 400 ribu-700 ribu (gimana dikasihnya aja) sebulan saat ikut organisasi. Why? Kecil kah? atau besar? Aku hanya wajib naik angkot sekali dari rumah yah kurang lebih 8000/hari untuk PP. Gimana bisa survive? Bawa bekal sayang :) Stop dulu beli baju hehe.. Stop beli skincare yang mahal-mahal, pilih produk lokal lebih affordable :) Kurangin main/nongkrong ke mall/cafe.. Mending uangnya dipake buat cicilan bayar denda karena sering bolos rapat atau bolos piket sekretariat. Hayoooo...

Intinya atur pengeluaran dan pemasukan kalian. Ada uang jajan tambahan hasil sendiri bagus banget. Percayalah, lingkungan organisasi itu menghasilkan cuan yang menjanjikan. Tapi karena saat itu aku tidak menghasilkan uang jajan tambahan ya aku bertahan dengan 400 ribu-700 ribu itu sebulan hehe.. Termasuk kuota bulanan, uang makan, uang kuliah (print, jilid, beli buku), ongkos, uang untuk foya-foya.

Tips dari aku sih biar kalian bebas secara finansial ya menghasilkan uang tambahan saja ya :) Gunakan juga aplikasi dompet gitu yang bisa didownload di playstore/appstore.

4. Buluk

Heiii... Dulu aku tuh punya prinsip ke kampus harus rapi, wangi, cemerlang. Waktu mahasiswa baru. Kan sekalian lirik kanan-kiri gitu ke kating. Tapiiiii semuanya berubah. Kekampus pake celana olahraga dan hoodie jadi hal yang sering banget aku lakukan. Aku anaknya mageran (Plis jangan diikutin), jadi memilih pakaian senyaman mungkin saja buat kekampus. Apalagi kalau hanya kepentingan rapat saja dan tidak ada kelas. Waduhh bisa tidur seharian di sekretariat hehe.. 

Buat kalian: Tetap jaga penampilan, bersih, wangi ya teman-teman. Ini aku mencontohkan yang tidak baik banget. Jangan diikutin ya!

Oke stopp dengan part diatas ya. Sekarang kita ke bagian BENEFITNYA APA SIH KAKAK???

BANYAAAAKKK BANGETTTT!!! Ini nih BEBERAPA HAL yang aku dapetin:

1. Relasi

Anggota himpunan. Anggota UKM. Profil kamu di post di feeds Instagram organisasi kamu. Dilihat semua orang, mantap? Mantap dong. Mondar-mandir dikampus pake PDH organisasi? Mantap? Mantap dong. Bolak-balik ruangan dosen? Kesayangan dosen? Bisa jadi hehe..

Dari ratusan anggota organisasi lain pasti pernah deh ketemu tatap muka. Kenalan, jabat tangan, proker gabungan, nongkrong di area sekretariat, ngopi-ngopi, jadian (eh?). Bahkan kolaborasi dengan kampus lain? Mantap!

Tapi bukan berarti organisasi jadi alasan kalian pengen tenar! BIG NO kalo niat kalian mau gitu. Karena bergabung dengan organisasi tanggung jawab kalian sangat besar!

Gak usah ditanya deh tentang relasi. Pasti banyakkk.. Gimana kalian saja menjalin relasi dengan orang lain. Ramah ya guys! Kan sebagai anggota organisasi harus bisa merangkul mahasiswa lainnya. Sebagai wadah penampung aspirasi mahasiswa lainnya. 

2. Nilai akademis dan nilai diri sendiri

Aku gak mau nutupin kalo kalian aktif dan dekat dengan beberapa dosen ada efek juga ke nilai. Tapi gak semua ya, ada juga kok dosen yang memang melihat kemampuan kalian. Bagus banget kalo kemampuan=skill organisasi . Gimana dosen nggak kenal kamu?

Dengan kamu yang menjadi aktivis, kamu bisa menambah 'personal branding' di area kampus. Gak usah jauh-jauh. Simpen ya sertifikat kepanitiaan kalian buat jadi penunjang CV kalian dimasa depan ;).

3. Management Skills.

Manajemen waktu sih yang paling aku rasakan semenjak gabung organisasi. Benar-benar harus mengatur waktu dengan baik.

4. Softskills dan Hardskills

Gak usah ditanya kali ya? Kalian mau bisa public speaking? Presentasi? Komunikasi? Debat? Kalian orangnya canggung? lain-lain? Bakal kalian dapetin kalo kalian join organisasi. Percaya deh.

Hardskills yang berbeda dibanding mata kuliah bisa kalian dapatkan di organisasi. Kayak apa sih? Biasanya kating-kating suka memberi tahu beberapa materi umum dan materi yang suka di share ke kalian selama kalian 'akan' menjabat atau 'saat' menjabat. Perihal mengurus birokrasi kampus, materi tentang skills skills lainnya, menyusun PPT yang benar, dan masih banyak lagi.



Note: Mungkin baru segini yang bisa aku sharing. Kalo inget au akan terus update post ini hehe.. Karena selama pandemi dan memasuki tingkat akhir aku tidak fokus lagi ke organisasi kampus. Lebih fokus ke diri sendiri menghadapi skripsi :) So, pantau terus post ini ya! Kalo punya tambahan, bisa ditambahin di kolom komentar. Terimakasih atas perhatiannya!




Komentar

Postingan Populer