Push yourself!

 Dalam keseharian seorang mahasiswi, aku pribadi merasakan bagaimana rasa nyaman ketika mempelajari sebuah hal yang disukai. Bahkan hal itu membuatku ingin terus menggali lebih dalam dan tak berhenti mencari tahu mengenai topik tersebut.

Keberadaan internet sangat mempengaruhi kehidupan para mahasiswa/i. Namun apakah kamu pernah merasakan keadaan dimana kamu harus 'memaksa' dirimu untuk menyukai hal yang tidak kamu sukai?

Ada yang berpendapat bahwa keluar dari zona nyaman itu sesuatu yang harus dijalani setiap individu. Dengan begitu, seseorang dapat melihat dunia dari sudut lain yang berbeda dari sebelumnya. Dan juga mempelajari hal baru yang sebelumnya tidak pernah dilirik.

Pada awalnya memang pasti akan ada rasa ketidaknyamanan, ada juga rasa ketidakrelaan. Contohnya seperti biasanya sepulang kuliah langsung tiduran dikamar, namun karena berkeinginan dengan kuat untuk mencoba hal baru menjadi pulang kuliah mampir ke sekretariat organisasi di ujung kampus.

Hal kecil seperti itu memang terlihat sepele dan kadang dipandang sebelah mata. Namun dalam diri ini diperlukan sebuah keberanian untuk melakukannya. Bukan hanya hati yang harus direlakan, tenaga, pikiran, dan bahkan waktu harus rela terenggut.

Namun tidak perlu takut! Aku sebagai seseorang yang melakukan hal tersebut sangat berterimakasih kepada diriku sendiri. Kenapa? Akan aku ceritakan tentang diriku yang 'memaksakan diri' pada saat itu.

Aku memang memaksakan diriku untuk keluar dari zona nyaman. Awalnya aku itu orang yang pemalu, pendiam, tidak peduli, dan bahkan cenderung 'invisible' atau tidak terlihat. Aku menyukai buku novel remaja dan bahkan aku sempat menulis beberapa cerita novel dan aku publish di dunia oren tersebut (kalo kalian suka menonton film yang berasal dari novel aku yakin kalian pasti tahu aplikasi apa itu). Namun ketika aku memutuskan untuk masuk sebuah organisasi dikampus, aku kehilangan minatku dalam dunia kepenulisan. Sudah kubilang kan sebelumnya pasti harus ada yang dikorbankan.

Pada awalnya aku tidak yakin bisa lolos tahap seleksi masuk organisasi kampus tersebut. Namun aku lolos tanpa kendala dan hadir sampai puncak acara di malam keakraban. Awalnya aku senang. Jujur saja, aku itu tipe orang yang susah mengenal nama orang, namun karena organisasi tersebut berjumlah sekitar 80 orang, maka aku memaksakan diriku lagi untuk mengenal satu per satu.

Dipikiranku saat itu hanya satu, aku tidak ingin tidak dikenal orang. Makin lama aku menjabat, semakin terasa rasa 'lelah' itu. Aku selalu minum vitamin tiap hari, sering berdiskusi dengan orang tua mengenai jadwal bersih-bersih rumah yang selama ini menjadi kewajibanku, menghargai waktu tidurku, bahkan mengorbankan beberapa hobiku. Sering aku merasakan yang namanya pergi gelap pulang gelap.

Namun saat semua itu berakhir, aku jamin hal tersebut menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Selain belajar mengenai lingkungan diluar kelas, menemui banyak orang baru, bahkan belajar bagaimana bersikap, semuanya sangat 'worth it' menurutku. 

Mungkin ceritaku diatas hanya beberapa kalimat singkat saja, namun percayalah banyak sekali hal-hal yang tidak aku beritahu kepada kalian. Karena 'learning by doing' itu enar-benar terasa nyata ketika kita memang sudah memiliki niat untuk berubah. Dan keluar dari zona nyaman itu tidak buruk, mungkin akan sedikit sulit diawal karena pasti butuh yang namanya adaptasi, namun apabila kamu melakukannya dengan ikhlas, semangat, berkemauan keras, aku yakin output yang kalian dapatkan sangat berharga.

Namun tulisan ini aku tuliskan untuk kalian semua yang ingin keluar dari zona nyaman. Aku menghargai apabila ada yang tidak ingin keluar dari zona nyaman. Semua plihan dan keputusan itu tidak ada yang bisa merubahnya selain diri kamu sendiri. Aku hanya sharing sedikit pengalamanku dalam menekan diriku sendiri.

Tapi ingat satu hal. Kamu boleh memaksakan diri, tapi jangan sampai kehilangan dirimu. 

Mau diskusikan sesuatu denganku? hits me on my IG DM! @kintanha__ 

Semangat!

Komentar

Postingan Populer