FF EXO Lucky (Oneshoot)

LUCKY


Title       :               Lucky
Author  :               Baby Wind
Main cast :             Park Chanyeol (exo-k)
                               Oh Sehoon (exo-k)
                                Jung seo myun (OC)
                                All member exo-k
                                Kang Min Hyuk (CNBLUE)
Rating   :               T
Genre   :               Romance, Comedy (?), rada gaje
Length  :               oneshoot
Author note  :               annyeong aku baru jadi author  +admin disini, ya ada sedikit pengalaman yang menginspirasi fanfiction ini . aku numpang publish fanfiction disini. ya udah langsung aja baca fanfic gaje aku ini, maaf kalo banyak typo, atau alurnya ga ngerti dan juga maaf kalo gaje maklum ini fanfiction pertama aku dan ini murni berasal dari pikiran aku. Jangan lupa commentnya ya,PLEASE NO PLAGIAT!
Summary             :               Awalnya kupikir kau adalah pembawa sial tapi ternyata kau adalah keberuntunganku.
Seo Myun POV

        “Dasar namja sialan bisa-bisanya dia meninggalkan ku seenaknya hikss...hikss. KANG MIN HYUK SIALAN, awas kau! Hikss...hiks.” Aku menangis sambil menekuk lututku didepan minimarket.
“Permisi nona! Kau kenapa?” tanya namja itu dengan suara beratnya yang khas. Aku mendongakkan kepala untuk melihat siapa yang bertanya kepadaku. Aku melihat namja berperawakan tinggi , kulitnya putih,matanya bulat dan besar  dan errr...dia tampan.
“A..a..aku tidak apa-apa.” Aku menjawab pertanyaannya sambil sesegukkan.
“Kau menangis ya?” tanya namja itu lagi.
“Ahh, aku...” tes..tess...tess hujan deras memotong  jawabanku.
“Ayo masuk!” dia menarik tanganku  kedalam minimarket. Ya pakaianku dan pakaian namja itu seketika basah karena hujan yang tiba-tiba deras.
Hening, hanya ada suara hujan deras diluar minimarket yang terdengar diantara aku dan namja itu. Sebenarnya ini terasa sangat canggung.
“Hmm, ngomong-ngomong namamu siapa?” dia membuka pembicaraan.
“Namaku Jung Seo Myun, kau bisa memanggilku Seo Myun!” jawabku gugup.
“Tunggu sebentar! Aku akan mencoba meminjam payung dulu.” Kata namja itu lalu pergi untuk mencari payung.
Lalu, tak lama kemudian namja itu datang dengan membawa payung besar ditangannya.
“Aku hanya dapat satu payung, mungkin lebih baik jika kau ikut dulu saja ke rumahku, Rumahku dekat dari sini. Pakaianmu juga terlihat basah, nanti jika kau sakit bagaimana?” dia bertanya kepadaku.
“.....” aku hanya menatapnya.  Bagaimana pun juga aku baru mengenalnya mana mungkin aku langsung percaya padanya, sebenarnya dari penampilannya dia terlihat seperti orang baik.
“Ahh! tenang saja aku tidak akan macam-macam padamu, aku hanya kasihan saja melihatmu. Dirumahku banyak teman-teman yang juga tinggal dirumahku, jadi tenang saja!” Mendengar perkataannya membuatku tidak enak hati karena sudah berprasangka buruk padanya. Tapi apa salahnya jika aku waspada.
“Emm... baiklah aku akan ikut.” Jawabku canggung. Aku memutuskan untuk ikut dengan namja itu karena rumahku juga tidak dekat dari sini. Lalu aku dan namja itu menerobos hujan, tentunya memakai payung yang tadi ia pinjam
“Maaf sedari tadi aku belum tau namamu, kalau boleh tau namamu siapa?” aku memberanikan diri untuk bertanya pada namja itu.
“Ohh iya, aku belum memberi tahu namaku. Namaku Park Chanyeol .” dia tersenyum padaku.
“Ohhh.” Aku hanya ber-oh ria
“Kalau boleh bertanya lagi, kau tinggal dengan teman-temanmu memangnya orang tuamu kemana?” aku bertanya lagi.
“Orang tuaku tinggal di Jepang.Tinggal dirumah besar sendirian sangat membosankan, dan juga faktor letak kampus yang bisa dibilang dekat membuat teman-temanku tinggal dirumahku.” Jelasnya panjang lebar.

-SKIP—

“Ayo masuk! Kita sudah sampai.” Kata Chanyeol ramah. Rumahnya lumayan besar dan sepertinya nyaman, aku masuk kerumahnya dan benar saja didalam rumahnya banyak temannya yang sepertinya sedang menunggunya.
“Hyung dari mana saja?” tanya namja berkulit agak gelap.
“ Lama sekali. Dan kenapa dengan pakaianmu?” sekarang temannya yang berwajah imut yang bertanya.
“Ahh ini bajuku basah, diluar hujan besar jadi aku menunggu agak lama, menunggu hujan agak reda, untungnya ada yang mau meminjamkan payung.” Jawabnya santai.
“Yeoja itu siapa hyung?” temannya yang berkulit seputih susu itu yang sedang tiduran disofa ikut bertanya.
“Nanti saja aku jelaskan, sekarang biarkan dia mandi dulu, dan baekhyun-ah bisakah kau pinjamkan dia pakaian?” kata chanyeol.
“Ohh, aku akan memeriksa lemariku dulu apakah ada yang untuk ukurannya.” Kata  pria berwajah imut itu yang ternyata namanya Baekhyun.
“Kau bisa mandi di kamar mandinya Sehun, dan berganti baju disana!” kata chanyeol padaku.
“Mwo! Enak saja kamarku nanti kotor. Tidak boleh!” kata namja yang berkulit putih susu yang bernama Sehun.
“Ya! Kau tidak boleh begitu pada tamu!” kata namja yang terlihat lebih tua.
“Biar saja!” jawabnya ketus.
‘Dasar namja pelit’ batinku
“Hey! Sudahlah kalian tidak usah bertengkar! Kau pakai kamar mandiku saja!” tawar Chanyeol ramah.
‘ Chanyeol dia sungguh namja idaman, sudah tampan dia juga sangat baik. Andaikan Min Hyuk oppa seperti itu. Hey! apa yang sedang kau pikirkan Seo Myun? Ahh harapanku sangat tidak mungkin.’ Batinku.
“Ah baiklah, terima kasih.” Jawabku sambil tersenyum.
“Kalau kau sudah selesai kau langsung saja ke ruang makan!” suruh Chanyeol.

--- SKIP ---

Setelah selesai mandi dan berpakaian aku langsung keruang makan. Disana semuanya sudah berkumpul.
“Ohh kau sudah selesai Seo Myun-sshi, silahkan duduk disebelah Sehun!” kata Chanyeol tidak lupa dengan senyumannya yang selalu menyertai wajah tampannya.
Aku hanya menjawabnya dengan anggukkan kecil. Ketika aku akan duduk, namja yang bernama Sehun itu melihatku dengan tatapan yang tidak biasa.
“Ya! kenapa kau memakai bajuku?” dia bertanya. Bisa dibilang dia agak teriak ke arahku.
Aku hanya memandangnya karena bingung.
“Oh itu, aku yang meminjamkan padanya, karena bajuku kotor semua.” Kata Baekhyun sambil nyengir kuda.
“Hyung kenapa kau lakukan itu? Kau bahkan belum meminta izin padaku.” Kata Sehun pada baekhyun dengan nada teriak.
 “Ya! kenapa kau teriak padaku? Kau pelit sekali!” kata Baekhyun balas berteriak.
“Sudahlah, mengapa sih dari tadi bertengkar mulu?” Chanyeol mencoba melerai.
“Ini makanannya sudah jadi!” Tiba-tiba ada namja yang belum kuilihat tadi datang membawa makanan di tangannya. Dia mempunyai mata yang besar.
“Sebaiknya kita makan dulu saja, kita selesaikan nanti!” kata namja yang berwajah lebih dewasa.

~SKIP~

Setelah selesai makan aku, Chanyeol dan teman-temannya berkumpul di ruang tamu.
“Ohh iya Seo Myun-sshi lebih baik kau mengetahui teman-temanku dulu.” Kata Chanyeol sambil menyuruh teman-temannya berkenalan denganku.
“Annyeong namaku Kim Jong In, kau bisa memanggilku Kai!” dia mengulurkan tangannya untuk berkenalan denganku. Ohh ternyata namja yang kulitnya agak gelap namanya Kai.
“Namaku Seo Myun, senang berkenalan denganmu!” jawabku ramah.
“Hai! Namaku Kim Jun Myun, kau bisa memanggilku Suho!” kata namja yang bernama Suho. Namja itu memiliki wajah paling dewasa diantara yang lainnya.
“Namaku Seo Myun, senang berkenalan denganmu!” jawabku lagi.
“Namaku Byun Baekhyun, kau bisa memanggilku Baekhyun!” kata Baekhyun.
“Oh, annyeong Baekhyun-sshi!” aku menyapanya.
“Namaku Do Kyung Soo, kau bisa memanggilku Kyungsoo!” Kata namja yang bermata besar yang ternyata namanya Kyungsoo.
“Ya! Sehun-ah kenapa kau diam saja ayo perkenalkan dirimu!” kata Suho.
“Tidak mau.” Katanya dingin.
“Ya! kau tidak boleh begitu pada tamu!” Tegur Kyungsoo.
“Baiklah aku akan memperkenalkan diri!” jawabnya malas.
“Annyeong namaku Sehun!” katanya malas tanpa menatapku.
“Maafkan Sehun ya Seo Myun-sshi!” Kata Kai ramah.
“Iya maafkan dia ya, dia memang begitu pada orang yang baru dikenalnya dan juga karena dia yang paling muda jadi dia sifatnya manja dan mudah marah. Tapi kalau kau mengenalnya lebih dekat dia orangnya manis.” Kata Suho menjelaskan.
“Mwo? Dia paling muda, yang benar saja.” Aku langsung membekap mulutku sendiri, bagaimana bisa aku keceplosan. Aku sangat menyesal telah berkata seperti itu dan benar saja dia marah padaku.
“Ya! maksudmu apa huh? Maksudmu mukaku tua!” dia berteriak ke arahku.
“Iya memang mukamu tua memangnya kenapa, apa salahnya aku jujur.”  Karena aku sudah tidak tahan lagi aku balas membentaknya. Memang rasanya aku tidak sopan tapi mau bagaimana lagi aku sudah kesal padanya, dan yang lain terlihat sedang menahan tawanya.
“Memang mukamu tidak tua apa huh?” katanya masih berteriak.
“Menurutku, untuk umuranku aku tidak terlihat tua.” Jawabku santai.
“Hahahah! Kau lucu sekali, kau juga cepat beradaptasi dengan lingkungan barumu.” Chanyeol berkata padaku sambil mengacak rambutku.
‘mengapa jantungku berdebar-debar tidak karuan begini ketika Chanyeol mengacak rambutku, apa jangan-jangan aku menyukainya.’ Batinku.
“Kalau boleh aku bertanya tadi kenapa kau menagis didepan minimarket?” Tiba-tiba Chanyeol bertanya.
DEG
Seketika aku mengingat kejadian menyakitkan tadi ketika Min Hyuk oppa memutuskanku.

FLASHBACK ON

“Oppa ada apa mengajakku kesini?” tanyaku pada Min Hyuk oppa, dia adalah cinta pertamaku dan juga  namjachinguku. Aku dengannya sudah berpacaran selama 4 tahun.
“Aku hanya....” dia menggantungkan kalimatnya.
“Hanya apa oppa?” aku kembali bertanya.
“Kita putus saja ya!”
“Apa aku tidak salah dengar oppa! Ahh oppa kalau bercanda jangan berlebihan.”  
“Aku serius. Lebih baik kita sampai disini saja!”
Hatiku hancur ketika mendengarnya berbicara sepertiku padaku. Min Hyuk oppa adalah orang yang sangat kucintai setelah keluargaku. Aku sudah tidak bisa membendung air mataku lagi.
“Tapi kenapa oppa?” aku meminta penjelasan padanya.
“Aku mencintai seseorang.” Jawabnya.
“Oppa! Apa semudah itu kau melupakanku?” aku bertanya sambil menangis. Aku sudah tidak peduli dengan orang yang berlalu lalang sambil memandangku aneh. Yang aku butuhkan hanya penjelasan darinya.
“Aku harus pergi, semoga kau dapatkan yang lebih baik dariku.” Katanya sambil meninggalkanku.
Aku hanya bisa terduduk di depan minimarket tempatku janjian dengan Min Hyuk oppa sambil menangis.

FLASHBACK OFF

“Kasihan sekali. Jadi kau ditinggalkan begitu saja didepan minimarket?” Kata Kyungsoo.
Aku hanya menganggukkan kepalaku.
“Kau cengeng sekali hanya ditinggalkan oleh namjachingumu saja sudah menangis.” Kata Sehun santai.
“Ya! Kau tidak mengetahui perasaanku jadi jangan berbicara seperti itu. Apakah kau pernah punya cinta pertama huh?  Kau pasti punya kan. Dan betapa  bahagianya kalau kau tau dia mencintaimu juga. Tapi bagaimana jika dia mencampakkanmu begitu saja huh? Itu rasanya sangat sakit. Kau pasti akan menangis juga walaupun kau seorang namja. Dan aku baru merasakan yang namanya cinta ketika aku mengenal Min Hyuk oppa. Jadi sekarang apa kau mengerti?” kataku panjang lebar dengan nada tinggi pada Sehun. Aku sangat kesal padanya, bisa-bisanya dia berkata begitu. Dia hanya menatapku dengan tampang ‘bodohnya’.
“Sabar ya Seo Myun-sshi!” kata baekhyun menenangkanku.
“Ya! Sehun-ah bisakah kau tidak mencari masalah!” kata Baekhyun.
Sehun hanya memandang Baekhyun sebentar lalu melanjutkan aktivitasnya menonton tv.
“Aku rasa ini sudah larut, lebih baik aku pulang saja.” Aku memutuskan untuk pulang karena aku tidak ingin bertengkar dengan Sehun si namja menyebalkan itu.
“Apa sebaiknya kau lebih baik menginap saja disini dulu, besok saja pulangnya!” tawar Suho.
“Ahh! Tidak, terima kasih. Aku sudah merepotkan kalian, aku juga takut orang tuaku khawatir.”
“Baiklah akan kuantar.” Kata Chanyeol.
“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.” Kataku pada Chanyeol.
“Lebih baik kau diantar saja pulangnya nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? Inikan sudah malam.” Kata Suho.
“Emm... baiklah.” Kataku menerima tawarannya.
“Ya! hyung bukankah kau sudah janji akan menemaniku main game?” tanya Sehun.
“Main game kan bisa nanti, aku harus mengantar pulang Seo Myun dulu.” Jawab Chanyeol.
“Hyung tidak bisa begitu, dia kan sudah bilang kalau dia bisa pulang sendiri.” Kata Sehun dengan nada kesal.

BUGH!

“Aww appo. Kenapa hyung memukul kepalaku  dengan bantal?” tanya sehun pada Baekhyun yang memukulnya dengan bantal.
“Ya! bisakah kau mengalah sedikit. Dia ini yeoja, mana boleh pulang sendiri malam-malam.” Kata Baekhyun.
“Hyung kau kejam sekali.” Kata Sehun.
“Yasudah aku harus mengantar Seo Myun pulang, ini sudah larut. Nanti aku temani kau main game.” Kata Chanyeol pada Sehun.
Chanyeol sedang menyalakan motor besarnya langsung menyuruhku naik.
“Ayo naik!” kata Chanyeol.
“.....”
“Hey! Kau melamun ya?” sambil melambaikan tangannya di depan wajahku. Aku yang sedang melamun  langsung tersadar.
“Ohh ya. Aku akan naik.” Aku menjawabnya dengan canggung karena malu ketahuan melamun olehnya.
Saat diperjalanan kami hanya diam. Tidak ada yang berbicara.
“ Rumahmu dimana?” tanya Chanyeol memecah keheningan.
“Rumahku belok kekanan lalu ada pertigaan  belok ke kiri.”
“Rumahmu jauh, untung aku antarkan. Kalau tadi kau pulang sendiri kapan kau akan sampainya.”
“ Aku kan bisa naik taksi.”
“ Yang tadi kenapa kau melamun?” dia kembali bertanya padaku.
“Ahh tidak apa-apa.” Jawabku.
“Baiklah kalau begitu eratkan peganganmu!” pintanya.
“Eh?” kataku. Dia langsung menarik tanganku untuk mengeratkan peganganku. Sungguh jantungku berdetak tidak karuan.Aku takut dia mendengar bunyi detak jantungku ini. Apa ini pertanda bahwa aku menyukainya?
“Itu rumahku.” Aku menunjuk rumahku.
“Yang mana?”
“Yang berwarna hijau.”
“Sudah sampai.” Katanya. Lalu aku turun dari motornya.
“Kamsahamnida Chanyeol-sshi. Maaf aku sangat merepotkanmu dan juga teman-temanmu.”
“Ahh itu tidak masalah, kami senang berkenalan denganmu. Dan juga maafkan Sehun ya! Tadi kau lucu sekali ketika marah pada Sehun, sebenarnya dia anak yang manis hanya saja dia terlalu manja pada hyung-hyungnya.” Sambil mengacak rambutku. Aku merasa  Pipiku mulai memanas, sepertinya mukaku sudah merah seperti tomat.
“Ne Chanyeol-sshi.” Kataku menunduk untuk menutupi mukaku yang memerah.
“Dan satu lagi.”
“Apa itu?” tanyaku.
“Tidak usah terlalu formal, panggil saja aku Chanyeol!” pintanya.
“Tidak boleh, itu tidak sopan.” Tolakku.
“Emmm... yasudah panggil saja aku ‘Chanyeol oppa’ ok.” Pintanya lagi.
“Ohh baiklah Chanyeol-sshi. Ehh maksudku Chanyeol oppa.” Kataku gugup.
“Yasudah aku pulang dulu ya.”
“Iya, nanti bajunya Sehun akan kukembalikan besok.”
“Baiklah. Bye!” katanya sambil menyalakan mesin motornya dan berlalu.
‘Kau benar-benar baik. Banyak namja yang tampan sepertimu tapi belum tentu baik sepertimu.’ Batinku.

KEESOKKAN HARINYA
“Hoamm!” aku bangun dari tidurku dan bersiap untuk mandi. Hari ini hari minggu jadi aku libur kuliah, dan juga aku harus mengembalikan kaos milik namja menyebalkan Sehun. Malas sih rasanya ketika aku harus bertemu dengannya lagi tapi aku kembali bersemangat ketika aku berpikir bahwa aku juga akan bertemu Chanyeol oppa.

~SKIP~

AT MINIMARKET
“Mungkin sebaiknya aku membeli makanan yang banyak sebagai ucapan terima kasihku pada Chanyeol oppa dan teman-temannya.” Aku bergumam sendiri sambil memilih makanan.
“Hyung! Ayolah belikan aku susu strawberry.”
“Yasudah kau ambil sendiri.”
Sepertinya aku mengenal suara mereka. Aku memutuskan untuk melihat siapa sumber suara itu.
“Oh Chanyeol oppa!” aku menyapa Chanyeol oppa.
“Hai! Seo Myun-ah, kau sedang apa disini?” dia bertanya padaku.
“Aku sedang membeli makanan, tadinya aku ingin mampir kerumahmu. Tapi lebih baik aku menitipkan ini saja padamu.” Kataku sambil memberi bungkusan padanya.
“Apa ini?” tanyanya.
“Itu bajunya Sehun yang kemarin aku pakai.” Jawabku.
“Hyung aku beli 2 ya?”
Tiba-tiba Sehun datang menghampiri aku dan Chanyeol oppa, sambil memandangku dengan tatapan tidak biasanya itu.
“Kau kan yeoja cengeng itu kan?” tanyanya dengan tampang bodohnya lagi.
“Ya! aku punya nama. Namaku JUNG SEO MYUN. Seenaknya saja kau memanggilku Yeoja cengeng, dasar namja tengik!” ejekku sambil menjulurkan lidahku.
“MWO! Kau memanggilku namja tengik?! Awas saja kau!”
“Sudah kalian jangan bertengkar lagi, ayolah berdamai!” kata Chanyeol.
Shireo!” kataku serempak dengan Sehun.
“Oppa aku pulang dulu ya.” pamitku pada Chanyeol.
“Kau tidak jadi mampir?” Tanya Chanyeol.
“Tidak, kapan-kapan saja ya. ini aku belikan makanan untuk kalian, sebagai ucapan terima kasihku.”
“Terima kasih ya, hati-hati di jalan!” kata Chanyeol.
“Ohh iya dan juga terima kasih atas bajumu.” Kataku dingin pada Sehun.
“Hmmm... yasudah sana pergi!” kata Sehun padaku.
“Kau mengusirku eoh?” tanyaku kesal padanya.
“Tidak! Aku hanya menyuruhmu untuk PERGI.” Sambil menekanka kata ‘pergi’.
“Sudahlah jangan bertengkar lagi. Kalau begitu aku membayar belanjaanku dulu ya Seo Myun-ah.” Kata Chanyeol sambil tersenyum padaku.
“Aku pulang ya.”
“Iya.” Kata Chanyeol lembut.
Aku dan Sehun saling melempar tatapan sengit.
~SKIP~
NEXT DAY
Seusai kuliah aku mampir dulu ke minimarket untuk membeli makanan ringan yang adikku pesan. Dan kenapa nasib sial harus datang padaku, aku bertemu lagi dengan namja tengik itu.
“Mwoya? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya si namja tengik itu (Sehun).
“Sudah lah aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu.” Kataku seraya masuk ke minimarket itu.
Aku masuk berbarengan dengan si namja tengik itu, pintu minimarket yang hanya terbuka satu tidak muat untukku dan Sehun. Sehingga kami terjepit  di pintu itu. #ngerti ga?
“Ya! aku dulu yang masuk!” kata sehun mencoba masuk duluan.
“Aku duluan yang sampai.” Kataku sambil mencoba masuk juga.

BUGH!
Tiba-tiba ada yang mendorongku sampai terjatuh. Aku dan namja tengik itu jatuh bersamaan.
“Awhh appo. Kenapa kau mendorongku huh?” kata Sehun dengan nada kesalnya.
“Enak saja, kau yang mendorongku. Hey namja tengik kau tidak boleh kasar pada yeoja mengerti!” kataku kesal.
“Bisakah kalian tidak bertengkar ditempat umum!” tiba-tiba suara berat menghentikan pertengkaranku dengan Sehun.
“Chanyeol oppa!” Kataku kaget
“Hyung!” sepertinya Sehun juga kaget.
“Aku yang mendorong kalian. Sekarang kalian ikut denganku!” sepertinya Chanyeol sudah sangat marah padaku dan Sehun.
Aku dan Sehun hanya terpaku ditempat.
“Kalian tunggu apa lagi ayo ikut aku!” kata Chanyeol.
Aku dan Sehun ikut ke mobil Chanyeol. Ternyata kami dibawa kerumahnya.

@ruang tamu

Aku dan Sehun hanya bisa tertunduk di ruang tamu. Sedangkan yang lainnya hanya menonton kami.
“Kalian sangat memalukan. Bisa-bisanya kalian bertengkar di tempat umum. Cobalah sekali, kalian berdamai! Tadi sengaja aku mendorong kalian tapi tetap saja kalian masih saja bertengkar.” kata Chanyeol menceramahi kami berdua.
“Dia yang mulai duluan!” jawab kami serempak sambil saling menunjuk satu sama lain.
“ Sekarang pun kalian masih saling menyalahkan. Aku rasa aku perlu minum, kalian tunggu disini tapi kalau kalian masih bertengkar.... aku akan sangat kecewa.” Kata Chanyeol dengan nada kecewa.
“Kau sih mulai duluan!” kata Sehun menyalahkanku dengan berbisik.
“Mengapa aku yang mulai? Kau kan yang selalu mencari keributan.” Kataku berbisik juga agar tidak terdengar oleh Chanyeol oppa yang sedang marah. Ternyata Chanyeol mempunyai sisi yang tegas, rasanya aku makin menyukainya.
“Aku punya nama panggilan baru untukmu.” Katanya sambil berbisik.
“Apa itu?” kataku dengan nada malas.
“ kau itu yeoja pembawa sial.” Katanya santai.
“Mwo?! bisa-bisanya kau memanggilku seperti itu.” Sambil melempar death glare pada Sehun.
“Memang kenyataannya seperti itu.” Dengan nada santai.
“Apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu huh? Dasar namja gila.” Kataku kesal.
“Setiap bertemu denganmu aku pasti kena sial. Bukti pertama, aku diacuhkan oleh hyung-hyungku. Bukti kedua, kemarin aku dimarahi oleh hyung-hyungku juga. Bukti ketiga, aku tadi terjatuh didepan minimarket. Bukti keempat, aku terkena marah oleh Chanyeol hyung sekarang.” Katanya menjelaskan.
“Kau pikir hanya kau saja apa yang kena sial?! Sekarang juga aku kena marah Chanyeol oppa tau.” Kataku makin kesal.
“Mungkin kita bisa berpura-pura damai didepan Chanyeol  hyung!”
Aku hanya memandangnya tidak percaya, karena mana mungkin namja sepertinya mengajakku berdamai sekalipun itu hanya berpura-pura.
“Kau tidak usah salah paham. Aku hanya mengajakkmu damai didepan Chanyeol hyung saja kok, agar aku tidak kena marah Chanyeol hyung lagi.”
“Mmmmm.... kalau dipikir-pikir mungkin aku sebaiknya menerima tawaranmu saja, aku juga tidak ingin dimarahi oleh Chanyeol oppa lagi.” Kataku setuju.
Tiba-tiba Chanyeol hyung kembali sambil membawa segelas air.
“Jadi bagaimana? Kalian sudah berbaikkan?” kata Chanyeol oppa  bertanya pada kami berdua.
“Ne... kami sudah berbaikkan.” Kata kami serempak tetapi dengan nada malas.
“Ohh bagus kalau begitu. Mungkin kalian bisa lebih dekat kalau seperti ini.” Katanya sambil tersenyum.
‘Mwo! Bisa lebih dekat dengannya, dengan namja gila itu. Ohh kurasa tidak, sangat tidak mungkin. Mendengar Chanyeol oppa baru berkata  begitu saja sudah membuatku bergidik’ batinku.
“Ohh iya Sehun-ah kau antar Seo Myun pulang ya! aku tidak bisa mengantarnya karena aku ada urusan, mau kan?” pinta Canyeol.
“Mwo? Tidak mau. Aku malas mengantarnya. Suruh saja yang lain untuk mengantarnya pulang.”
“Mengapa kau menolaknya, bukankah kalian sudah berbaikkan?” kata Chanyeol.
“Ehh? Itu... iya kami sudah berbaikkan.” Katanya linglung.
“Lalu kenapa kau menolak mengantarnya?”
“Emm... yasudah aku akan mengantarnya pulang.” Katanya dengan malas.
‘Ahh tidak mungkin, aku pulang diantar oleh namja gila. Tapi mau bagaimana lagi jarak rumahku tidak dekat dari sini’ aku menggerutu dalam hati.
~SKIP~
“Ayo cepat naik!” pintanya dengan malas.
“Bisakah kau sedikit lebih lembut padaku?! Dari tadi hanya mengomeliku saja.” Kataku kesal.
“Bukankah perjanjiannya kita berpura-pura damai didepan Chanyeol hyung saja.” Katanya dengan nada kesal.
“Cih! Arraseo... arraseo.” Kataku malas.
Tiba-tiba Sehun memberhentikan motornya disebuah taman.
“Cepat turun!” katanya dingin.
“Tapi rumahku belum sampai, dan kenapa berhenti ditaman?”  
“Ayo ikut aku saja dulu!” pintanya sambil menarik tanganku.
“Ya! sebenarnya ada apa ini?”
“Aku hanya ingin melihat pemandangan taman ini saja.” Jawabnya dengan santai sambil duduk di bangku taman.
Aku hanya bisa mengikutinya duduk dibangku taman. Dan tidak ada yang berbicara antara kami.
“Aku rindu keluargaku.” Katanya tiba-tiba memecah keheningan.
“Hmm?” aku memandang mukanya. Raut wajahnya memancarkan kesedihan atau mungkin kerinduan.
“Huuwaaaaa..... aku sangat merindukan mereka... hikss...hikss.” tiba-tiba Sehun menangis kencang sambil menyandarkan kepalanya dibahuku.
“Ya! kenapa kau malah menangis huh?” tanyaku heran dengan tingkahnya.
“Hikss.... aku pinjam bahumu dulu...hiksss.” katanya sambil sesegukkan.
“Kau bisa mengataiku cengeng tapi kau sendiri malah menangis. Sebenarnya ada apa denganmu?”
“Sudah kubilang aku merindukan keluargaku...hikss.” masih sesegukkan.
“Yasudah kau boleh bercerita padaku.” Tawarku padanya.
“Aku rindu keluargaku.”
“Sudah berapa kali kau mengatakan itu padaku -_- . Memangnya keluargamu tinggal dimana?”
“Mereka tinggal di Busan... aku ke Seoul untuk kuliah. Dan akhirnya aku tinggal ditempat Chanyeol hyung. Aku malu apabila aku harus menangis didepan hyung-hyungku. Temani aku sebentar saja ya!”
“Bukankah kau selalu manja pada hyungmu itu?”
“Tapi aku belum pernah menangis didepan mereka.”
“Yasudah berhentilah menangis! Aku akan belikan minum untukmu dulu, tunggu dulu ya disini!”
Aku meniggalkannya sendiri untuk membeli minuman. Ternyata selain manja dia juga cengeng, aku sangat tidak menyangka.
SEHUN POV.
“Bukankah kau selalu manja pada hyungmu itu?”
“Tapi aku belum pernah menangis didepan mereka.”
“Yasudah berhentilah menangis! Aku akan belikan minum untukmu dulu, tunggu dulu ya disini!”
Dia meninggalkanku untuk membeli minuman. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Karena aku sangat penasaran jadi aku buka saja.
From: Mommy
‘Myunie-ah eomma akan pergi sebentar bersama Appa, kalau kau pulang eomma belum datang, jaga Seo Joon dulu ya!’
“Ohh pesan dari eommanya. Seo myun-ah aku pinjam sebentar ponselmu ya.” aku bergumam sendiri.
Karena aku makin penasaran dengan isi ponselnya jadi aku memutuskan untuk melihat-lihat. Dan tidak sengaja aku membuka memo yang ternyata isinya
’25 Januari 2014’
‘Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan, tiba-tiba saja Min Hyuk oppa memutuskanku tanpa alasan yang jelas. Tapi aku juga beruntung, aku bertemu dengan seseorang yang sangat baik padaku dia adalah Park Chanyeol selain dia baik dia juga tampan. Mungkin aku menyukainya sejak pandangan pertama. Yang jelas aku harus bisa melupakan Min Hyuk oppa. Hwaiting!’
“Wahh! Ternyata dia menyukai Chanyeol hyung, tapi bukankah Chanyeol hyung....”
“Hey namja tengik ini minumannya. Aku tidak tahu seleramu jadi aku belikan saja yang biasa. Ya! apa yang kau lakukan dengan ponselku?” nadanya makin tinggi.
“Aku hanya penasaran, tadi ponselmu bergetar jadi aku lihat saja isinya.” Kataku santai
“Ya! inikan privasiku, kau tidak boleh seenaknya saja!” katanya dengan nada kesal.
“Tadi ada pesan dari eommamu.”
Dia mulai memeriksa ponselnya. Dan langsung menatapku tajam.
“Kau melihat apa lagi selain pesan?” tanyanya penuh selidik.
“Ahh... itu... aku tidak sengaja membuka memo.” Kataku sambil nyengir kuda.
“Mwo?! Kau membuka memo. Kau membacanya juga?”
“Karena aku penasaran jadi aku buka hehe.”
“Kumohon jangan bilang apa-apa ya pada Chanyeol oppa! Kumohon!” dia memohon padaku.
“Memangnya kenapa? Bukankah seharusnya kau senang apabila dia mengetahui perasaanmu?”
“Tapi aku belum siap. Kumohon jangan bicara apa-apa padanya!”
“Mmmm.... Bagaimana ya?” aku menyeringai.
“Ohh... ok kalau kau mau bilang padanya. Aku juga bisa bilang pada hyung-hyungmu kalau kau menangis karena rindu keluargamu.” Dia membalas menyeringai.
“Baiklah aku akan merahasiakannya.” Kataku pasrah.
“Apakah sekarang kau sudah baikkan setelah menangis?”
“Ne sekarang aku merasa baikkan.”
“Kalau begitu, ayo antar aku pulang!”
“Tapi aku masih betah ditaman.” Kataku malas. Dia langsung menarik tanganku dan menyeretku ke motor.
“Ayo cepat pulang! Ini sudah malam, Seo joon juga nanti sendiri dirumah.”
“Seo joon itu siapa?” tanyaku.
“Dia adikku. Yasudah cepat antar aku pulang!”
“Baiklah aku akan mengantarmu.” Jawabku malas.
Aku mulai mengendarai motor untuk mengantar Seo Myun pulang.
“Rumahmu yang mana?”
“Itu ada didepan yang berwarna hijau.”
“Nahh sudah sampai. Jadi ini rumahmu.”
“Iya. Memangnya kenapa, kau akan mengirimiku bunga?” katanya datar.
“Bukan, aku akan mengrimi bom setiap hari.”
“Ya! kau ini teroris huh?” katanya dengan nada kesal.
“Aku ini hanya bercanda tau.” Kataku sambil menjitak kepalanya sampai rambutnya acak-acakkan.
“Awwh! Appo, sudah sana cepat pergi daripada aku naik darah.”
“Yasudah, bye yeoja cengeng.”
“Cih! Dasar tidak tahu diri, kau sendiri kan cengeng.” Dia menjulurkan lidahnya.
Aku membalas menjulurkan lidah padanya. Aku mulai mengendarai motorku menuju rumah.
“Aku pulang!”
“Kau dari mana saja?” tanya Kyungsoo hyung yang sedang menonton tv.
“Aku habis mengantar pulang Seo Myun.”
“Lama sekali. Kau berkencan dengannya?” tiba-tiba Baekhyun hyung ikut bertanya.
“Mwo?! Pertanyaan macam apa itu? Mana mungkin aku berkencan dengannya.” Kataku mengelak.
“Matamu terlihat sembab. Kau habis menagis bukan?” Kyungsoo hyung bertanya lagi.
“Ahh... ini bukan apa-apa aku hanya kelilipan. Hyung, yang lain kemana?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.
“Yang lain sudah tidur.” Jawab Baekhyun hyung.
“Yasudah aku juga lelah, aku juga ingin tidur. Aku kekamar ya Hyung.”
“Iya.” Jawab mereka serempak.
~SKIP~
Aku bangun tidur langsung menyambar handukku dan mandi. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap aku berangkat menuju kampus bersama Hyung-hyungku. Kelasku mulai jam 9, jadi aku memutuskan untuk sarapan dulu karena tadi aku belum sempat sarapan dirumah. Aku menuju restaurant dekat kampus dan tiba-tiba aku melihat yeoja yang aku kenali.
‘Bukankah itu Seo Myun?’ batinku
Aku langsung menghampiri Seo Myun yang sedang sendirian dan sibuk dengan ponselnya di restaurant itu.
“Hai yeoja cengeng!” sapaku dan langsung duduk dibangku hadapannya.
“Aish! Kau membuatku kaget saja. Dasar namja gila.”
“Kau sedang apa dengan ponselmu?”
“Mau tahu saja.” Katanya datar.
“Kusarankan kalau mau curhat jangan diponselmu!”
“Aku tidak sedang curhat. Dasar sok tahu. Kau tidak kuliah?” tanyanya.
“Kelasku mulai jam 9. Tadinya aku kesini mau makan lalu aku melihatmu, lalu nafsu makanku hilang seketika, lalu aku menghampirimu, lalu aku tidak jadi makan.” Kataku datar.
“Cih! Dasar namja tengik.” Katanya kesal sambil meniggalkanku. Aku langsung menyusulnya dan berjalan dibelakangnya.
“Kau mau kemana?” tanyaku.
“Kemana saja. Ketempat dimana ada kedamaian tanpa ada makhluk tengik, gila dan cengeng sepertimu.” Katanya pedas.
“Aish! Kau masih saja mengejekku. Aku ikut denganmu ya?” kataku padanya.
Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya sambil mengahadap kepadaku  membuatku menabraknya dan jatuh dalam posisi yang memalukan. Aku jatuh tepat diatasnya dan membuat  orang-orang disekitar memperhatikan kami dalam posisi seperti ini.
“Aish! Cepat bangun! Kau ini berat sekali.” Katanya padaku. Lalu aku mulai bangun dari posisiku dan aku sangat merasa canggung. Dia hanya menatapku canggung lalu pergi. Lalu aku menyusulnya.
‘Ada apa dengan jantungku? Mengapa berdetak begitu kencang?’ batinku.
“Mianhae.... Tadi itu aku tidak sengaja.” Aku mencoba meminta maaf padanya.
“ .....”
“Hey! kau marah padaku?” tanyaku.
“Iya aku marah padamu! Bagaimana bisa kau begitu ceroboh. Kau tahu aku sangat malu!” katanya meninggikan suara.
“Ya! jangan membentakku seperti itu. Aku juga malu, itu juga bukan sepenuhnya salahku.” Kataku balas meninggikan suara.
“Jadi kau menyalahkanku juga huh?”
“Salahmu juga mengapa berhenti tiba-tiba, jadinya kan aku menabrakmu.”
“Aish! Sudahlah aku tidak mau bertengkar denganmu.” Sambil berjalan meninggalkanku. Aku masih membuntutinya.
“Ya! kenapa masih mengikutiku huh?” katanya kesal.
“Aku bosan menunggu dikampus. Jadi maukah kau menemaniku?” tanpa mendengar jawabannya langsung saja kutarik tangannya dan membawanya menuju taman.
“Ya! bahkan aku belum mengiyakan ajakkanmu. Seenaknya saja kau menarik tanganku.” Dengan nada kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
“Ayolah temani aku sebentar saja.” Aku memohon padanya sambil mengeluarkan puppy eyes.
“Baiklah, tapi sebentar saja ya. Aku juga harus kuliah.” Masih dengan  nada kesalnya.
Setelah sekian lama hanya ada keheningan, aku memutuskan untuk membuka pembicaraan.
“Aku ingin bertanya padamu.”
“Hmmm?” dia hanya menatapku.
“Apa tanda-tanda orang sedang jatuh cinta?”
“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” dia malah balik bertanya.
“Aish! Kenapa kau malah balik bertanya?”
“Ey... kau sedang jatuh cinta ya? Hahahaha seorang namja gila jatuh cinta? Awalnya kukira kau tidak normal.” Dia malah mengejekku.
“Ya! kenapa malah mengataiku huh? Dan bagaimana bisa kau berpikiran aku tidak normal?” tanyaku frustasi.
“Hehehe.... orang yang jatuh cinta itu biasanya jantungnya berdegup kencang apa bila dekat dengan orang yang disukainya.”
“Lalu apalagi?”
“Dan biasanya kau akan terus memikirkan orang yang kau sukai. Hey! Ayolah beritahu aku siapa orang yang kau sukai!” dia makin penasaran.
“Aku tidak mau memberitahu padamu. Lagipula aku belum yakin pada perasaanku ini.”
“Kau tidak mau memberitahuku, apa jangan-jangan kau menyukai sesama jenis?”
“Ya! jaga ucapanmu. Tentu saja aku menyukai seorang yeoja.” Jawabku kesal.
“Apakah itu yang kau rasakan kepada Chanyeol hyung?” tanyaku.
“Hmmm? Mungkin.”
“Ohh... ini sudah jam 10 lebihbaik aku ke kampus. Bye Seo Myun-ah!”
“Kau tumben sekali memanggilku dengan nama. Tidak biasanya.”
“Ohh... baiklah bye Yeoja cengeng!” aku berjalan meninggalkannya.
“Ya! kenapa kau memanggilku seperti itu lagi huh?” terdengar suaranya dari kejauhan.
~SKIP~
“Aku pulang?”
“Kau darimana saja?” tanya Suho hyung.
“Aku ada pelajaran tambahan jadi pulang agak malam.”
“Kau mandi dulu sana! Lalu makan bersama dengan yang lain.” Kata Suho hyung.
“Okay hyung.”
Setelah mandi dan berganti baju aku ke ruang makan dan yang lain sudah berkumpul disana.
“Aku ingin memberi tahu kabar bahagia pada kalian.” Tiba-tiba Chanyeol hyung berbicara dengan raut wajah yang bahagia.
“Ada apa hyung?” tanya Kai.
“Lusa Aku akan bertunangan dengan In Hyun.”
Mendengarnya kata-kata Chanyeol hyung aku yang sedang minum langsung tersedak.
“Uhhuk...uhhuk...”
“Kalau minum hati-hati jadinya kau tersedak.” Kata Kyungsoo hyung.
“Wahh! Chukkae Chanyeol-ah?” kata Baekhyun.
“Wahh! Chukkae!” diiringi dengan ucapan dari yang lainnya.
“Jadi kalian bisa membantuku kan untuk mengurus semuanya?”
“Tentu hyung. Dan pasti banyak makanan kan?” tanya Kai.
“Aish! Kau ini hanya makanan saja yang ada di otakmu.” Kata Suho hyung sambil menjitak kepala Kai.
“Awwh! Appo!”
‘Chanyeol hyung akan bertunangan? Lalu bagaimana dengan Seo Myun? Mengapa aku malah memikirkan Seo Myun? Aish ada apa dengan aku ini?’ batinku
“Ya! Sehun-ah kenapa kau malah melamun?” tanya Baekhyun hyung sambil melambaikan tangannya di wajahku.
“Ahh aku tidak melamun.”
“Lalu kenapa wajahmu terlihat cemas?” tanyanya lagi.
“Aniyo... aku hanya membayangkan pasti nanti disana banyak makanan.” Kataku bohong.
“Kau sama saja dengan Kai. Hanya memikirkan makanan saja.” Kata Kyungsoo hyung.
“Hyung bukankah In Hyun noona ada di jepang?” tanyaku pada Chanyeol hyung.
“Dia akan datang bersama orang tuaku.”
“Ohhh....”
“Sehun-ah maukah kau mengantarkan undangan pada Seo Myun?” tanya Chanyeol hyung.
“Emm.... baiklah.”
‘mungkin aku harus memberi tahu Seo Myun semuanya’ batinku.
Setelah selesai makan aku memutuskan untuk mengerjakan tugas tapi yang aku pikirkan hanya Seo Myun.
“Aisshh! Ada apa denganku ini.” Kataku teriak sambil mengacak-acak rambutku frustasi.
TOK TOK TOK
“Ada apa Sehun-ah?” Terdengar suara Chanyeol dari luar.
“Tidak ada apa-apa hyung.” Jawabku bohong.

CKLEK

“Kau jangan bohong Sehun-ah! Kau ada apa?” kata Chanyeol hyung sambil menghampiriku.
“Aku hanya frustasi dengan tugasku saja, tidak ada apa-apa kok.”
“Ohh... kalau begitu ini undangan untuk Seo Myun jangan lupa kau berikan ya!”
“Ohh... ne.”
“Kalau begitu aku ke kamarku ya.”
“Ehh hyung aku mau bertanya sesuatu.”
“Bertanya apa?”
“Menurut hyung Seo Myun itu siapa?”
“Dia adalah teman yang baik.”
“Hanya sebatas teman saja?” tanyaku lagi.
“Emm...” sambil mengangguk.
“Ohh yasudah aku hanya ingin bertanya itu saja. Kalau begitu hyung istirahat saja, agar hyung tidak kelelahan.”
“Baiklah aku ke kamar dulu ya.”
“Ne...” aku memutuskan untuk tidur.

KEESOKKAN HARINYA
Aku dan Seo Myun janjian ditaman dekat kampusku.
“Ya! ada apa kau mengajakku kemari?” tanyanya padaku.
“Aku ingin memberikan ini.” sambil memberikan undangan Chanyeol hyung.
“Apa ini?”
“Ini....... undangan?” tanyanya lagi.
Aku hanya bisa mengangguk. Terlihat raut wajahnya yang berubah menjadi sedih.
“Aku mengerti perasaanmu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Chanyeol hyung sangat mencintai In Hyun noona. Mereka sudah berpacaran selama 2 tahun, dan In Hyun Noona juga sangat mencintai Chanyeol hyung.” Jelasku panjang lebar. Dan terlihat Seo Myun yang sedang menahan untuk tidak menangis. Hatiku sangat sakit ketika melihatnya begitu.
“Menagislah!” kataku sambil menarik Seo Myun kedalam pelukanku.
“Hikss....hiksss....” hanya terdengar suara tangisan dari Seo Myun.

~SKIP~

Hari ini adalah hari pertunangan Chanyeol hyung. Aku sedang menunggu Seo Myun didepan pintu. Acara pertunangan Chanyeol hyung diadakan dirumah dan sudah banyak para undangan yang hadir.
“Seo Myun-ah aku disini!” kataku pada Seo Myun yang baru datang. Dia hanya tersenyum padaku dan menghampiriku. Dia memakai dress selutut berwana pastel dan terlihat manis dengan hiasan rambut dikepala.
“Seo Myun-ah kau yakin mau masuk kedalam?” tanyaku meyakinkan. Dia hanya mengangguk kecil.
“Ohh... Seo Myun-ah kau sudah datang.” Sapa Chanyeol hyung.
“Ne....oppa, aku ikut bahagia atas pertunanganmu.” Terlihat senyum yang dipaksakan olehnya dan air mata yang ia tahan.
“Ohh hyung aku akan mengajak Seo Myun ke taman belakang dulu ya.” kataku sengaja agar Seo Myun tidak meneteskan air matanya disini.
“Ayo ikut aku!” kataku sambil menggenggam tangannya. Dia hanya mengikutiku saja.
“Kenapa kau mengajakku kesini?” tanyanya.
“Jangan menangis lagi!”
“Aku tidak menangis.” Katanya.
“Kumohon jangan menangis lagi. Nanti bajuku basah lagi seperti kemarin. Kemarin aku sangat kerepotan saat kau menangis.”
“Aissh! Kukira kau akan menghiburku. Disaat seperti ini kau masih bisa menggodaku, dasar namja tengik!” Katanya sambil mengerucutkan bibirnya.
“Hahaha..... mungkin kau bisa mencari namja lain.”
“Maksudmu?” tanyanya.
“Maksudku...kan banyak namja lain diluar sana.” Kataku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
“Entahlah..... aku masih bingung. Mengapa aku harus begini, hikss..... hikss... setelah aku bisa melupakan Min Hyuk oppa  hikss...hikss...dan mencoba menyukai orang lain ternyata orang yang kusukai bahagia dengan orang lain hikss...hikss. Aku merasakan 2 kali patah hati berturut-turut.” dia kembali menagis. Aku memegang wajahnya dan mengusap air matanya.
“Jangan menangis lagi! Kumohon! Hatiku sakit ketika melihatmu begini.”
“Eh?” raut wajahnya terlihat bingung.
“Aku menyukaimu maukah kau menjadi milikku? Aku berjanji akan menjagamu dan aku berjanji tidak akan membuatmu patah hati lagi. Mungkin dulu aku berpikir kau adalah pembawa sial tapi itu salah, kau adalah keberuntunganku.” Kataku dengan satu tarikkan nafas.
“K..k..kau menyukaiku?” wajahnya berubah kaget. Aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya dan

~Chu~

Aku memberinya kecupan singkat. Dan aku merasakan pipiku mulai memanas mungkin wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus begitu juga dengan Seo Myun yang masih terpaku.
“Jadi maukah kau menjadi milikku?” tanyaku lagi.

6 YEARS LATER
“Appa ayo bangun!” sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
“Hoaammm....” aku terbangun karena dibangunkan oleh  buah hatiku.
“Ada apa Se kyung membangunkan appa pagi-pagi?”
“Kata eomma appa halus bangun. Hali ini appa kan kelja.” Dengan aksen cadelnya yang lucu
“Hari ini kan hari minggu. Yasudah appa bangun deh, Se Kyung mau appa gendong tidak?”
“Mau...”  katanya dengan ekspresi imutnya membuatku gemas.
Lalu aku turun kedapur sambil menggendong Se Kyung  untuk menyusul istriku yang sedang memasak.
“Chagi kau sedang masak apa?” tanyaku sambil mendudukkan Se Kyung di meja makan
“Aku sedang masak sup kesukaanmu.” Jawabnya.
“Wahhh! Eomma masak sup. Se Kyung juga suka sup sepelti appa.” Kata Se Kyung.
Lalu aku menghampiri istriku yang sedang masak dan memeluknya dari belakang.
“Wae?” tanyanya
“Ya! memangnya kenapa kalau aku memelukmu?”
“Aissh! Jangan ganggu aku sedang masak!” katanya kesal.
“Aigoo... istriku ini masih saja galak ya.” kataku mengejek.
Ya, ini adalah keluargaku. Tepatnya keluarga kecilku. Istriku adalah Seo Myun, orang yang menerima pernyataan cintaku dihari pertunangan Chanyeol hyung orang yang sempat ia sukai. Tetapi ia juga ternyata mencintaiku apa adanya walaupun sikapku terkadang sangat kekanak-kanakkan seperti dulu. Dan juga Oh Se Kyung ia adalah buah hatiku yang baru berumur 5 tahun hasil pernikahanku dengan Seo Myun 6 tahun lalu. Aku sangat merasa beruntung  memiliki Seo Myun dan Se Kyung, mereka adalah penyemagatku ketika aku merasa lelah. Lelah dalam hal apapun.

-END-

terima kasih udah mau baca fanfiction gaje ini. fanfiction ini pernah dipublish di Exo Fanfiction ID di Facebook. aku numpang publish disini. jangan lupa komennya.



                               




Komentar

Posting Komentar

Tinggalkan Jejakmu! Hargai karya anak bangsa!

Postingan Populer