FF EXO Home (Chapter 3)

HOME

Title                 : Home
Author             : Park Hwa Rin (@KintanHA)
Genre              : Family, Friendship, Life, Little Romance, little comedy, school life
Rating(s)         : G (Semua Umur asal bisa Baca ^ ^)
Cast                 : Park Clara (OC)
                          Byun Baekhyun (EXO-K)
                          Jang Eun Jeong (OC)
                          Han Jin Ri (OC)
Other Cast      : Find by Yourself ^ ^
Length             : Chaptered
A/F                  : Annyeonghaseo, Author kembali dengan FF EXO again.

FF ini muncul begitu saja karena melihat berita di TV tentang anak di Panti Asuhan. FF ini 100.000.000.000.000 murni permikiran author. Maaf jika ada typo. Don’t COPAS, Don’t Plagiat, and Don’t be SILENT READER(S) *kacaubahasainggrisnya* . Cukup cuap-cuapnya. Enjoy~

################################ (Chapter 3)

“Kau mendengarnya?” Tanyaku ketus. Aku segera mengusap air matakku dan beranjak pergi. Ketika aku tepat berada di sampingnya dia menahan tanganku.

“Aku tidak mendengar yang lainnya. Hanya aku mendengar PCG.” Kata Baekhyun menatap lurus ke arahku. Wajahnya sangat serius. Menakutkan memang. Aku balas menatapnya juga.
“Dan aku tahu apa itu PCG.”

Author POV

Tubuh Clara menegang. Bisa dibilang tatapannya yang kosong sedang menatap manic mata Baekhyun secara jelas. Baekhyun tidak ingin memberitahunya tentang ini. Dan pasti nanti Clara akan lebih terkejut dengan kepanjangan PCG yang dimaksud Baekhyun.

“Kau tahu?” Tanya Clara bergetar dan berharap Baekhyun mengatakan yang sebenarnya.
“Hmm..” Baekhyun menganggukan kepalanya dengan yakin. “Asal kau memanggilku sunbae satu kali saja.” Baekhyun berusaha membuat perjanjian dengan Clara. Sebenarnya Baekhyun iri dengan SuHo yang dianggap ‘sunbae’ oleh Clara.

“Ne?” Clara mengerjapkan matanya tak percaya dengan perjanjian Baekhyun. “Kau mau tahu tidak?” Bujuk Baekhyun lagi. “Persyaratan yang kuberikan tidak sulit kan?” Baekhyun tetap berusaha agar Clara membuka mulutnya dan mengucapkan satu kata yang membuatnya senang bukan main. Kata ‘sunbae’ .

Clara mengalihkan tatapannya dari Baekhyun. Mulutnya mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas dan tanpa suara. Baekhyun memasang telinganya dengan lebar dan tajam. Berharap Clara mengatakannya.

“Asal kau mau memberitahuku.” Clara memasang wajah serius lagi. Begitupula dengan Baekhyun. Baekhyun mengangguk pelan.

Clara mengambil ancang-ancang.

“S..S..Sun..bae.” Ucap Clara kikuk bukan main. Clara langsung mengalihkan tatapannya ke arah lantai. Baekhyun masih terdiam.

Keadaan canggung menyeruak mereka. Tak satupun ada yang berani memulai percakapan dengan situasi seperti ini. Tiba-tiba Baekhyun mengarahkan kepalanya ke telinga Clara dan berbisik.

“P.C.G. Perfect Cool Guy.” Ucap Baekhyun lalu terkekeh tidak jelas dan menarik kembali kepalanya dari telinga Clara.

“Ne?” Ucap Clara tidak percaya. Ternyata menurut versi Baekhyun, P itu Perfect, C itu Cool, dan G itu Guy. Okay memang bukan itu jawaban yang ditunggu Clara. Clara marah bukan main ketika dirinya menyadari bahwa dia sedang dikerjai saat ini.

“YAA! Kau pikir ini lelucon, eoh?!” Clara juga meruntukki dirinya yang dengan mudah percaya dengan Baekhyun. Yah, memang wajah serius Baekhyun juga membuat dirinya yakin.

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Ck. Kau ini. Kau tahu Perfect Cool Guy itu apa? Itu sebuah merek pakaian distro.” Ucap Baekhyun terus terang mengingat dirinya yang memang langganan membeli setiap produk terbaru dari tempat distro itu. *khayalanauthornamamereknya*

“Hah? Disco? Disco itu bukannya tempat untuk ….” Clara menganga dan tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Dirinya tidak menyangka dengan sikap ‘nakal’ Baekhyun yang sering pergi ke disco.

“Bukan DISCO! Tapi DISTRO!” Baekhyun mendecakan lidahnya tak percaya dengan yeoja yang dihadapannya. Sepolos itukah dan sesempit itukah pengetahuan yeoja dihadapannya ini.
“Kau tidak tahu distro?” Ucap Baekhyun dengan sombongnya. Clara menatap tajam namja didepannya.

“Untuk apa aku tahu? Memangnya akan keluar saat ujian?” Ucap Clara tak kalah sinisnya. Baekhyun melongo tidak percaya.

“Kau terlihat bodoh.” Ucap Clara dan beranjak pergi. Seketika senyum konyol Baekhyun mengembang. “Gomawo sudah memanggilku sunbae.”

Clara membalikan tubuhnya dan Baekhyun dengan konyolnya sudah pergi ke arah ke-5 temannya yang sedang makan dikantin.

K.O! Clara K.O untuk hari ini.

Baekhun POV

Perutku lapar. Kutinggalkan saja yeoja bodoh itu. Hahaha.. Aku lihat teman-temanku sudah menunggu kehadiranku ditengah mereka.

“Baekhyun, kau bicara apa dengan yeoja itu?” Tanya Kai sambil memasukan kentang goreng ke mulutnya. Ck.

“Kau ini ingin tahu saja.” Kataku dengan datarnya.

“Dia menangis ya?” Tiba-tiba SuHo angkat bicara sambil memandang kosong hamburger di hadapannya. Dari mana dia tahu tadi Clara menangis? Bahkan aku sendiri tidak tau alasannya menangis.

“Kau tahu dari mana?” Tanyaku penasaran. “Kulihat dari matanya.” Ucap SuHo tersenyum dipaksakan ke arahku. “Dia ada masalah?” Kudengar SuHo masih bergumam tidak jelas.
“Hyung, kudengar kau lari dari rumah ya? Kau tinggal dimana?” Tiba-tiba Sehun bertanya kepadaku sambil berbisik. Dari mana pula anak ini tahu aku lari dari rumah? Apakah mereka pergi ke peramal? Aku gugup ketika harus menjawab pertanyaan darinya. Tinggal dimana? Ayolah Byun Baekhyun, berbohong sedikit tidak masalah kan?

“Ne. Rahasiakan ini. A..aku tinggal di apartemen yang kubeli sebelum kartuku kubuang. Bahkan aku membelinya secara diam-diam. Jadi tidak ada yang tahu.” Ucapku berusaha menahan rasa gugup.

“Dimana?” Tanya D.O dengan tampang O.O nya. Kenapa mereka semua membuatku gugup! Ini mengerikan!

“Kalian juga tidak boleh tahu.” Ucapku datar dan memakan hot dog yang sudah kupesan sebelum pergi berbicara dengan Clara tadi.

Tentang PCG itu, apakah sangat penting ya? Bukankah itu nama distro? Ataukah… PCG yang lain. PCG. Aku sering mendengar nama itu. Sangat sering. Dan bahkan membuatku naik darah ketika mendengar nama perusahaan itu. Yah, yang kumaksud adalah PC Group. Saingan perusahaan milik appaku. Appa dan eommaku berjuang agar dapat mengalahkan PC Group. Bahkan aku juga pernah ikut turun tangan sebagai pewaris tunggal MG Group, Perusahaan appaku. Apa hubungan Clara dengan P.C.G itu sebenarnya? Sudahlah pasti maksudnya PCG tempat distro itu. Hehehe..

Aku mengharapkan sebuah kasih sayang sekarang. Kenapa mereka tidak peduli denganku ya? Kenapa keluargaku tidak ada yang menghubungiku? Apa mereka meninggalkanku? Sesibuk itukah mereka sampai lupa denganku?

Apakah ini rasanya menjadi anak-anak yang berada di panti asuhan itu? Atau mungkin keadaan mereka lebih parah? Aku membutuhkan sebuah keluarga sekarang.

“Hyung!” Teriak Sehun. “Sudah bel!” teriaknya menarik lenganku dan membawaku yang masih melamun ke arah kelas.

##############################

Clara POV

Dasar namja sialan. Bisa-bisanya bercanda di situasi serius. Sial! Kenapa aku pula bodoh?
“AWW!” aku menjerit. Kalian tahu kenapa? Rambutku ditarik.

“YA! Park Clara! Kau tadi sedang apa, eoh?” Aku melihat ke arah sumber suara. Aku membulatkan mataku tak percaya. Rambutku ditarik sebegitu ganasnya di tengah koridor sekolah. Bel sudah berbunyi. Bagaimana ini?

“Jin Ri?” Tanyaku tak percaya. Dia hanya tersenyum meremehkan tanpa sekalipun melepas tarikannya. “Apa yang kau lakukan?!” Rambutku sakit sekali. Padahal aku sudah merawatnya sampai sepanjang ini.

“Kau tidak meminta maaf?” Tanyanya yang membuatku heran. “Minta maaf?” aku mulai berani menanggapi pertanyaannya.

“Kau sedang apa dengan Baekhyun?” Tanyanya lagi dan munculah ketiga teman se-genknya dari belakangnya.

Keringat dingin bercucuran ditubuhku sekarang. Mereka semua menertawaiku. Tidak ada gurukah? Hello~

Yang aku lihat disekelilingku, murid-murid lain menonton kejadian ini. Bahkan tak sedikit yang mengeluarkan ponselnya. Sial! Sudah kubilang hari senin itu hari sialku!

“Apa yang kau lakukan?” Aku tersentak mendengar suara SuHo dan berjalan ke sampingku. Lebih tepatnya menengahi jarak tangan Jin Ri yang sedang menarik rambutku.
Kulihat Jin Ri berkata ‘Oppa’ dengan manisnya. Tak lama ada yang menepuk pundaku. Detik itu pula Jin Ri melepas tangannya dari rambutku.

“Sunbae akan membantumu.” Ne? kulihat ke arah namja yang menepuk pundaku dan juga berbicara seperti itu.

Siapa lagi selain seorang Byun Baekhyun. Dia berbicara dengan dingin? Sejak kapan seorang Byun Baekhyun dapat sedingin ini? Tanpa menoleh sedikitpun ke arahku, dia hanya menepuk pundaku beberapa kali. Tatapan dinginnya ke arah Jin Ri yang wajahnya sangat merah. Tak lama Jin Ri pergi bersama teman-temannya. Dasar aneh!

Keadaan koridor menjadi ramai. Banyak yang tepuk tangan, menjeritkan nama 6 namja ini, dan juga mengatakan pujian-pujian lainnya.

“Sunbae?” Ku alihkan tatapan mataku yang pada awalnya melihat punggung Jin Ri. Baekhyun menatapku dan tersenyum konyol yang ingin membuatku memukul wajahnya saat ini.
“Wae? Kau yang memanggilku seperti itu.” Ucapnya sambil terkekeh. Sudah kuduga, sekalinya Byun Baekhyun tetap Byun Baekhyun. Kenapa dia harus membahas perihal tadi. Sial!

“Hari senin menyenangkan ya?” Ucapnya terus terang yang di jawab ke-5 namja lainnya. Entah kenapa, disituasi seramai inipun telingaku dapat mendengar jelas omongan ke-6 namja ini.
“Tidak.” Ucapku lesu. Senin itu hari terburuk! “Terima kasih …..  Sunbae.” Mau tak mau aku berkata seperti itu. “Wah,.. Kau juga memanggilku sunbae?” Kulihat Sehun berbinar-binar.
“Tentu saja tidak! Kau ini setingkat denganku. Untuk apa aku memanggilmu sunbae? Kau juga kkamjong!” Emosiku meluap-luap melihat kedua namja itu. Oh Sehun dan Kim Jongin atau Kai alias kkamjong. Enak saja mereka mengiraku memanggil mereka sunbae. Jelas-jelas mereka teman sekelasku.

“Kenapa kau jadi marah-marah kepada dongsaengku?” Kulirikan mataku dengan tajam ke arah namja yang bernama Byun Baekhyun itu. dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menilaiku. Tiba-tiba dia berjalan lurus ke arahku dan sedikit berbungkuk. Sedikit! Karna aku bukan yeoja pendek!

“Rapikan dulu rambutmu. Hehehe..” Ucapnya sambil mengelus(?) dengan kasar(?) Rambutku yang acak-acakan. “YA! Kau semakin membuatnya jadi jelek.” Teriaku ketika Baekhyun mengelus(?) dengan kasar(?) rambutku.

Dia hanya terkekeh dan berdiri tegak seperti semula.

“Baekhyun-a. Jangan mengganggunya terus.” Kulihat Chanyeol ‘sunbae’ membelaku. Akhirnya! Satu per satu, sikap mereka kembali sebagai manusia normal juga.

“Tapi tidak apa-apa sih. Dia kan sudah jelek, biar lebih jelek lagi.” Ne?! Lagi-lagi si Kyungsoo atau D.O berkata seperti itu. aku tidak pernah lagi menganggapnya sebagai sunbae. Dasar komplotan Baekhyun! Dia berkata dengan polosnya dengan tampang O.O yang super imut. Eh? Imut? Aku mengerjapkan mataku tak percaya dengan kata-kata yang kulontarkan untuk D.O itu. sebenarnya, aku ini sakit bukan?

Aku merasa ada yang menarik tangan kananku. Kulihat ke arah namja yang menariknya. Oh Sehun. “Ayo! Nanti takut ada guru. Ini sudah bel masuk.” Dia mengajaku dengan menarik 
tanganku. Sejak kapan mereka menjadi sok akrab begini? Okay, lagipula memang sudah masuk. Aku ikuti saja kemauannya yang menyeretku(?) masuk ke kelas. Kai hanya mengikuti kami dari belakang dengan tampang sok cool nya itu. Memang wajahnya sudah cool. Hehehe.. Lagi-lagi apa yang kupikirkan?

Kulihat SuHo tersenyum manis ke arahku. Dia sangat manis.
Gosh! Apa lagi yang kupikirkan?! Ada apa denganku hari ini?!

#######################################

Author POV

Setelah dibuat gila atau lebih tepatnya membuat pikiran Clara menjadi melayang entah kemana pada ujungnya, pelajaran untuk hari ini selesai. Tidak ada tugas, sangat tumben. Biasanyakan guru-guru disini hobi sekali membuat anak muridnya pusing dengan banyaknya tugas.

“Clara-ssi. Kau mau pulang?” Ucap Sehun yang tiba-tiba ramah kepada Clara. Clara hanya menganggukan kepala dan keluar dari ruang kelasnya. Hari ini rasanya tulang di kakinya hilang entah kemana. Mungkin efek dari tadi menaiki sepeda dengan posisi yang sangat-sangat tidak nyaman.

“Aissh.. Dasar namja menyebalkan.” Ucap Clara melewati koridor kelas XI untuk menuju pintu gerbang. “Apanya yang dilihat oleh yeoja kegirangan itu? Belum tahu saja mereka sifat aslinya. Jika mereka tahu, kuyakin 99,9 % mereka tetap menyukainya.” Tetap menyukainya? Waduh author juga tidak tahu arah pembicaraan Clara *abaikan.

“Kau akan meninggalkanku, eoh?” Ucap Baekhyun sinis yang entah dari kapan sudah tepat berjalan di samping Clara. Clara hanya menatapnya sebal dan berjalan duluan. “YA! Tunggu aku!” Teriak Baekhyun menggelegar di koridor itu. Clara semakin mempercepat langkahnya takut terjadi kesalah pahaman yang ujungnya membuat dirinya terkena imbasnya.

##############################

“Kau memang berniat meninggalkanku, eoh?” Ucap Baekhyun yang masih saja membeo. Clara hanya mempersiapkan sepedanya. “Aku tunggu di depan café itu.” Ucap Clara. Memang Clara tidak tega meninggalkan Baekhyun yang tidak tahu arah jalan pulang sendirian. Jadi dirinya harus mengalah dan memutuskan untuk menemui Baekhyun di depan café yang tak jau dari sekolah. Dengan begitu, kemungkinan tipis teman-temannya akan melihat mereka. Jika mereka melihatnya, apalagi kelompok Jin Ri, tamatlah riwayat Clara di sekolah ini. Namanya pun menjadi terukir indah di koran sekolah dengan cap yang sangat buruk.

Clara menjalankan sepedanya dan menuju ke arah café tersebut.

“Hyung! Kau mau kemana?” Teriak Kai yang memang berada di belakangnya. “Eh? Kalian sedang apa disini?” Tanya Baekhyun melihat ke-5 temannya sudah berdiri dibelakangnya. “Kau tidak membawa mobilmu?” Tanya D.O yang memperhatikan sekeliling daerah parkiran. “Kan aku lari, Pabo.” Jawab Baekhyun yang dibalas D.O dengan menjitak keningnya sendiri.

“Aku lupa.” Ucap D.O dengan polosnya. SuHo merasakan hal yang ganjal. Tanpa sengaja, tadi di koridor, SuHo melihat Baekhyun dan Clara berjalan beriringan. Tapi dia dapat menepis pikiran-pikiran itu dan bersikap seperti biasa di hadapan temannya itu.

“Kau tidak mengganggu anak itu lagi?” Tanya Chanyeol yang jelas sudah dapat dimengerti maksudnya. Park Clara. Gadis bullyan kelompok mereka. Baekhyun hanya menyeringai tidak jelas dan mengangkat kedua bahunya. “Aku tidak melihatnya.” Ucap Baekhyun diiringi senyum konyolnya. SuHo hanya menatapnya dengan penuh arti, berniat mengatakan yang tadi dia lihat dihadapan teman-temannya, tapi di lain sisi dirinya merasa ini bukanlah urusannya jika Baekhyun berjalan beriringan dengan Clara.

“Baiklah. Kajja! Kita membuat gaduh kantin terlebih dahulu.” Ajak D.O yang merasakan rasa lapar yang amat sangat diperutnya. Baekhyun mengiyakan saja, dia lupa bahwa ada seseorang yang sedang menunggunya di café. Dia benar-benar lupa.

#############################

“Sudah 30 menit! Kemana namja pabo itu?!” Gertak Clara yang langsung mendapat sorotan tajam dari pengunjung lainnya yang merasa terganggu. “Dasar namja sialan!” Umpat Clara dengan volume yang kecil. Dirinya memandang ke arah jendela café yang memperlihatkan jalanan.
“Seharusnya aku sudah pulang dari tadi. Untung ahjumma mengerti alasanku.” Clara lagi-lagi menghembuskan nafasnya. Dia sempat berbohong, demi seseorang yang bernama Byun Baekhyun itu. dirinya berbohong bahwa dirinya ada kelas tambahan begitupula dengan Baekhyun. Padahal itu hanya alasan semata yang digunakannya. Merasa sangat sia-sia, Clara hendak meninggalkan meja dan bangku yang ditempatinya 30 menit yang lalu. Tanpa sengaja matanya menangkap poster yang terpampang jelas di dinding café dekat kasir.

“P.C.G” Ucap Clara membaca tulisan poster itu. “PC Group?” Ucap Clara heran melihat kepanjangan PCG dihadapannya. “Kata Baekhyun Perfect Cool Guy.” Ucapnya lemas yang entah perkataan Baekhyunkah yang harus dipercayaiinya atau kata-kata jelas yang ada dihadapannya. Tiba-tiba seorang yeoja berperawakan bijaksana memasuki café tersebut dan segera berjalan ke arah kasir melewati Clara yang memperhatikan poste. Yeoja tersebut menurunkan kacamata hitamnya melirik Clara dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Yeoja tersebut merasa tidak yakin dengan Clara. Entah apa yang dia maksud, tapi yeoja tersebut hanya memesan Coffe Latte dan membawanya pergi.

Selesai membaca poster yang tidak masuk akal itu, Clara hendak membayar ke kasir. Tapi, langkahnya terhenti ketika sepatunya merasakan sesuatu yang menempel. Diambilnya kertas tebal berbentuk persegi panjang itu.

Kartu nama.

Sebuah kartu nama seseorang yang dipegangnya. “Chogi, ini milik siapa ya?” tanya Clara ke penjaga kasir itu. “Ah, mungkin ahjumma tadi menjatuhkannya.” Jawabnya sambil tersenyum tanpa mempedulikan kartu nama yang ada di tangan Clara. Clara membaca kertas tersebut. Huruf demi huruf dibacanya dengan teliti.

‘CHA MIN YOUNG’

‘PC GROUP’


Clara membulatkan matanya tak percaya dengan yang dibacanya. “Ahjumma itu…” Gumam Clara. Tadinya Clara berniat membuangnya, tapi ini kesempatan langka bukan? Clara menyimpan kartu nama tersebut di kantong seragamnya dan kembali melanjutkan aktifitasnya tadi. Yaitu membayar.

Ketika hendak pergi, langit menjadi gelap. Gumpalan-gumpalan awan hitam menutupi langit Seoul sekarang. Akan ada hujan yang besar.

Clara ingat dengan payung yang dibawanya. Lantas, dirinya mengeluarkan payung tersebut dari tasnya dan segera beranjak keluar dari café. Baru saja kakinya keluar dari café, rintik-rintik hujan mengenai kepalanya. Mau tidak mau Clara masuk kembali sekaligus mencari tempat peneduhan. Dan dalam hitungan detik, rintik-rintik hujan tadi berubah menjadi hujan yang lebat. Clara mengkhawatirkan adik-adiknya, Eun Jeong, dan ahjumma.

Di lain pihak, seorang pengikar janji dan pengkhianat, sedang asyiknya mengobrol dengan teman-temannya di kantin.

“Hujan lebat.” Jelas SuHo memandang keluar jendela. “Eo. Sangat lebat.” Jawab Kai sambil melihat ke arah jendela juga. Tiba-tiba seperti tersetrum, Baekhyun berdiri dari kursinya.
“Aku lupa.” Ucap Baekhyun panic. Akhirnya namja itu menyadarinya juga. “Aku harus pulang.” Ucapnya singkat kepada yang lainnya.

“Tapi sekarang hujan besar!” Jelas Chanyeol yang dihiraukan Baekhyun. “Aku ada urusan.” Ucapnya mantap dan segera meraih tasnya. Dengan sangat cepat Baekhyun keluar dari kantin dan berlari memutari sekolahnya untuk keluar ke pintu gerbang. Baru saja dirinya sampain di oarkiran, hujan yang awalnya hanya rintik-rintik kecil, berubah menjadi sebuah air yang seperti dijatuhkan dari atas. Dengan cepat, Baekhyun berlari dan terus berlari ke arah café yang ditujunya.

CEETTAARR!!! *Suara Petir*

Clara memesan kembali Coffe dan roti hangat untuk sebagai temannya. Jika ditanya, apa saja yang ditakutkan Clara, salah satunya adalah petir. Petir berarti sebuah kilatan cahaya kelam masa lalu Clara. Petir mewakilkan perasaannya saat dirinya mulai menyadari bahwa tidak ada orang tua disampingnya. Karena itu pula, Clara membenci petir. Dirinya menyeruput pelan-pelan coffe dihadapannya.

BLAK! *PintuDibukaDenganKasar*

Pintu café dibuka menjeblak begitu saja oleh seorang siswa SMA yang tubuhnya luar biasa basah. Merasa mengenali orang tersebut, pelayan-pelayan café segera membawakannya handuk kering.
“Baekhyun-ssi?” Clara tidak percaya dengan namja yang dihadapannya sekarang. Baekhyun hanya duduk dihadapan Clara masih dengan beberapa handuk menyelimuti tubuhnya dan kepalanya. “Mereka mengenalmu?” Alih-alih menanyakan kabar Baekhyun, Clara menanyakan bagaimana bisa pelayan-pelayan tersebut mengenal Baekhyun. “Aku langganan disini.” Ucapnya dengan mulut yang bergetar. Mungkin kedinginan.

Clara tidak tahu harus berbuat apa, dirinya mengeluarkan sebuah sapu tangan kecil dan diberikannya kepada Baekhyun. “Untuk wajahmu.” Ucap Clara yang tidak tega melihat penampilan Baekhyun.

#######################

“Kenapa kau lama sekali?” Introgasi Clara kepada Baekhyun dimulai. Dirinya menyipitkan matanya melihat Baekhyun yang tubuhnya dan rambutnya mulai mengering.
“YA! Tidak kah kau bertanya bagaimana kondisiku?” Baekhyun memajukan badannya menatap tak percaya yeoja dihadapannya ini. “Untuk apa aku menanyakannya? Kau terlihat baik-baik saja.” Ucap Clara lalu menyeruput lagi Coffe yang dipesannya.

“Kau kenal Cha Min Young?” Tanya Clara tiba-tiba yang membuat Baekhyun yang sedang menyeruput coffe pesanannya mendongak. “Tentu.” Ucap Baekhyun malas.

“Kenapa?” Lanjut Baekhyun. Clara mengeluarkan kertas yang ditemukannya tadi.

“Ini. Sepertinya dia kejatuhan kartu namanya.” Ucap Clara sambil menyodorkan kartu nama itu. “Bisakah kau menceritakan kepadaku tentang PC Group?” Tanya Clara dengan seriusnya. Dia merasa bahwa PCG itu adalah PC Group, bukan Perfect Cool Guy nama distro itu. tapi jika memang PC Group, lantas apa hubungannya dengannya? Hanya mencari tahu saja tidak apa-apa bukan? Dari pada rasa penasaran itu berlanjut terus.

“Kenapa kau menanyakannya? Kau bisa mencarinya di internet.” Ucap Baekhyun malas. Clara hanya mengerjapkan matanya melihat sikap dingin Baekhyun.

“Aku ingin mendengar versimu, lagipula kau itu kan anak orang kaya, pasti kenalanmu luas bukan?” Tanya Clara lagi yang embuat Baekhyun memutar-mutarkan gelas coffe dihadapannya.
“Yah, bisa dibilang dia saingan perusahaan appaku.” Ucap Baekhyun  pada akhirnya. “Jadi kau benar pewaris MG Group?” Tanya Clara yang berusaha mengingat informasi mengenai Byun Baekhyun. “Tentu saja! Aissh jinnja..” Ucap Baekhyun meminum sekaligus coffe dihadapannya.
“Kau sudah kenal dengan PC Group, bersediakah kau menceritakannya kepadaku?” Tanya Clara yang dibalas hembusan nafas panjang dari Baekhyun.

“Yeah. Aku akan menceritakannya. Tapi pesankan aku dulu coffe lagi dan beberapa snack. Aku lapar.” Ucap Baekhyun memelas. Entah kemana makanan yang dia makan tadi di kantin bersama teman-temannya. Clara mengiyakan saja, dan segera memanggil pelayan.

“Aku akan menceritakannya menurut versiku.” Ucap Baekhyun dengan serius, karena ini bukan obrolan biasa.

-TBC-

Gimana? Ini FF ditunda sekitar 1 minggu. Lamanya~ Yeah, berharap dapat mengetik lagi, author harus fokus ke pelajaran sekolah yang semakin hari semakin menumpuk. Jadi mian buat ada typo, dan sebagainya. Don’t forget tinggalkan jejakmu ya! Sampai jumpa di next Chapter~ ^^





Komentar

Postingan Populer