FF EXO and GOT7 : Hate U or Love You (Chapter 2)
Hate U or Love U??
Author :Park Hwa Rin, @KintanHA
Title :
Hate U or Love U?
Main Cast : Kim Joonmyeon/SuHo (EXO-K)
Shin Neul Ah (OC)
Other Cast : Jung Hyo Hoon (OC)
Lim Jae Beom/JB (GOT7)
Genre :
School Life, romance, friendship, comedy(?)
Rating : Teen
Length :
Chaptered
A/N :
Annyeonghaseo! Aku balik lagi dengan FF ke-2 yang aku post di blog pribadi ini.
Masih belajar juga sih. Oh ya, FF ini kupersembahkan untuk partner-ku Sophia
yang juga fans SuHo. Terima kasih kalian udah mau nyempetin baca FF GaJe ini
lagi. FF ini 100% dari pemikiran author. Cast punya orang tuanya dan Tuhan.
Kecuali cerita ini milik author. Tinggalkan komentar please. DON’T COPAS AND
DON’T BE A SILENT READERS PLEASE! Typo berterbangan. Enjoy ^ ^
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Author POV
Kalian merasa aneh tidak? Ini kan
ulang tahun JB tapi kenapa mereka pada ‘main’ di kamar JB bukannya turun ke
lantai bawah? Disini ceritanya, mereka itu orang yang sangat special buat JB.
Apapun boleh dilakukan mereka. Jadi JB rela meninggalkan pesta ulang tahunnya
yang membosankan itu demi para sahabatnya. Oke, back to the story..
Wajah SuHo menjadi merah padam.
Semerah tomat. Gerak-gerik tubuhnya menjadi kaku tak karuan. JB dan Hyo saling
pandang dengan smirk mereka berdua.
“Kau mengakuinya, eoh?” Tanya JB yang
tanpa ba-bi-bu duduk di samping SuHo.
“YA! Kim Joonmyeon! Mengaku saja!”
Suara Hyo menggelegar di kamar yang besar itu. Neul Ah yang sedang main
computer langsung melihat ke arah sahabat-sahabatnya.
“Kalian lagi bicarakkan rahasia
apaan?” Neul Ah datang ke arah ketiga sahabatnya yang saling tatap canggung.
“Ini tadi JB menyuruh kita cepat-cepat turun ke bawah.” Ucap SuHo yang berusaha
tersenyum hasilnya yang keluar adalah senyuman kaku.
“Terus kenapa kalian tadi teriak
seperti itu?” Tanya Neul Ah yang semakin membuat ketiga sahabatnya diam
membeku.
“Eoh? Itu tadi Joonmyeon kentut tapi
tidak mengakuinya.. Hehehe..” Ucap Hyo kaku bukan main. Hyo berharap Neul Ah
yang polos ini mempercayai kata-katanya yang terdengar bodoh. JB hanya
tersenyum penuh arti. Dan SuHo menatap tajam Hyo.
“Kentut? YA! Tuan Kim! Ini bukan
rumahmu! Setidaknya sopan sedikit!” Neul Ah memarahi Joonmyeon. Joonmyeon
mengatup-atupkan mulutnya dan melirik minta tolong ke JB. JB hanya menaikkan
bahunya tanpa berkata apapun.
“Eh? Iya. Baiklah. Aku mengaku. Sudah
jangan bahas lagi hal ini.” Kata Joonmyeon akhirnya. Daripada nanti ujungnya
panjang. Sekali ini saja Joonmyeon mengalah untuk Neul Ah demi rahasia besarnya
tadi.
Jika dibilang suka, Joonmyeon tidak
pernah memikirkan hal itu sama sekali.
Jika benci, sudah jelas bukan?
################################
Akhirnya, ke-empat sahabat itu turun
ke lantai bawah. JB disambut hangat oleh para tamu undangannya dan sibuk
menyapa tamunya satu per satu. Hyo dan Neul Ah pergi mencari makanan yang enak.
Joonmyeon? Namja itu hanya diam membeku tidak tahu harus berbuat apa.
3 jam berlalu..
Pesta ulang tahun tertutup itu
selesai. Joonmyeon sudah pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri. Neul Ah
dan Hyo menunggu supir Neul Ah yang akan datang.
Sesampainya dirumah, Neul Ah disambut
oleh kedua orang tuanya dengan wajah berbinar-binar. “Putriku sangat cantik
sekali!” Puji appa nya dan eomma nya.
“Gomawo.” Senyuman manis merekah di
bibir Neul Ah. Sejenak orang tuanya saling lirik.
“Neul Ah, besok mau ikut dengan kami
ya?” Tanya eommanya.
“Kemana?” Tanta Neul Ah dengan wajah
bingung bukan main.
“Makan malam. Ada sesuatu yang harus
dibicarakan. Bersama teman appa juga.” Ucap appanya yang dibalas anggukan
kepala dari Neul Ah. Seketika itu pula orang tuanya terharu bukan main. Neul Ah
hanya memandang heran kedua orang tuanya yang sedang terharu kepadanya.
The Next Day..
“HAHAHA.. Dasar tukang kentut!!”
suara Neul Ah menggelegar bukan main. Joonmyeon sangat emosi kepada Neul Ah.
Lagi-lagi yeoja itu berkata seperti itu kepadanya.
“YAA! Siapa yang kentut?!” Ucap
Joonmyeon yang tak kalah cetar membahana.
“Kau mengakuinya kemarin. Jangan
mencoba untuk mengelaknya ya? Kekekeke..” Neul Ah sangat puas menjahili
Joonmyeon dengan sebutan barunya. ‘Tukang kentut.’
“Senang ya? Sudah memiliki nama
sebutan untukku?” Ucap Joomyeon dengan wajah datarnya. Neul Ah semakin
bersemangat memanggil Joonmyeon dengan sebutan barunya.
“YAA! Sebentar lagi ada ulangan!
Tidak bisakah kalian diam?” Ucap Hyo dengan ketus melihat Neul Ah dan Joonmyeon
terus-terusan mengoceh tanpa ujung.
“Kujodohkan kalian.” Ucap JB sambil
membaca bukunya dan tanpa melihat ke arah Neul Ah dan Joonmyeon sekalipun. Neul
Ah dan Joonmyeon saling menatap tajam.
Keduanya sempat bergumam tidak jelas
walaupun akhirnya mereka semua duduk.
Ulangan Bahasa Inggris dilaksanakan
seperti biasa dan berjalan dengan lancar. Setelah guru mengoreksi jawabannya,
ternyata telah ditemukan hasil nilainya.
JB berada di urutan pertama, Hyo
ditempat kedua, Neul Ah ditempat ketiga, dan Joonmyeon di tempat ke-empat.
Ledekan-ledekan dari bibir tipis
milik Neul Ah meluncur seketika setelah guru keluar dari ruang kelas mereka.
Neul Ah senang bukan main dapat mengalahkan Joonmyeon. JB dan Hyo hanya
bertatapan yang sulit dimengerti.
“Kalian berdua kapan bisa diamnya
sih?” Tanya Hyo samil berdiri dan melipat kedua tangannya. JB hanya menghela
nafas.
“Sudah kubilang. Pasti kalian sudah
ditakdirkan bersama.” Ucap JB di sela-sela memainkan ponselnya.
“Kalian akan saling mencintai nanti.
Kekeke…” Tawa devil Hyo kembali terdengar dan membuat kedua manusia yang saling
bertengkar itu bergidik ngeri.
“ITU TI-DAK MUNG-KIN TER-JA-DI.” Ucap
Neul Ah menatap JB (yang sedang main ponsel) dan Hyo (yang melipat tangannya).
“Jika memang takdir bagaimana?”
Celetuk JB begitu saja dengan smirk-nya menatap Neul Ah dan Joonmyeon bergantian.
Senyum devil di bibir Hyo semakin merekah bukan main.
“KA-LI-AN TI-DAK DA-PAT MENG-HIN-DA-RI-NYA!”
Ucap Hyo lalu terkekeh devil diikuti dengan senyuman smirk JB.
Neul Ah diam beribu bahasa.
Begitupula dengan Joonmyeon.
“Aku tidak percaya takdir!” Ucap
Joonmyeon menatap sengit JB disebelahnya. Jb bangkit dari tempat duduknya.
“Terserah kalian mau percaya atau tidak.” Ucap JB lalu terkekeh tidak jelas.
“Kenapa tidak kalian saja yang
bersama?” senyuman JB dan Hyo memudar mendengar perkataan Neul Ah. Wajah mereka
bersemu merah sekali.
“Waeyo? Kenapa wajah kalian merah?”
Ucap Joonmyeon menampilkan smirk kebanggaannya. Hyo menelan ludah menatap mata
Joonmyeon yang membuatnya diam membeku.
“Itu tidak mungkin. Aku dan JB itu
layaknya sebuah keluarga. Iya kan JB?” Tanya Neul Ah menatap JB yang masih diam
membeku. “JB?”
“Eh? Ah, tentu. Kalian itu yang ditakdirkan
bersama.” Ucap JB tersenyum kaku.
“Ya sudah. Kita lihat saja nanti.”
Ucap Joonmyeon lalu kembali duduk diikuti JB lalu Neul Ah dan Hyo.
####################################
@Kantin
“KYAA! Bukankah itu JB dan Joonmyeon?
Tumben mereka kesini!” Ucap salah satu yeoja di dalam kelompok yeoja yang
histeris melihat JB dan Joonmyeon yang datang bersamaan dam membuka pintu
kantin diikuti Neul Ah dan Hyo.
“Mereka tetap saja berteriak-teriak.
Ck..ck..ck.” Ucap Neul Ah yang memang jarang pergi ke kantin.
“Kenapa? kau cemburu dengan fangirls
yang dimiliki Joonmyeon?” Ucap Hyo dengan senyuman smirknya. Neul Ah menatapnya
ganas.
“YAA! Teriakan mereka itu polusi
tahu!” Ucap Neul Ah kalang kabut.
“Tempe.” Ucap Hyo sambil terkekeh.
Neul Ah menahan amarahnya melihat sahabatnya yang terus saja menjahilinya.
Tiba-tiba JB dan Joonmyeon
menghentikan langkahnya mendadak dan membuat Neul Ah dan Hyo menubruk mereka
berdua.
“Akh.” Ucap Neul Ah yang bertubrukan
dengan punggung JB. “Eh? Gwaencanha?” Tanya JB dengan sangat baik kepada Neul
Ah. “Ne.” ucap Neul Ah..
Di lain pihak..
“AW!” Hyo menabrak punggung Joonmyeon
yang berada di depannya. “YA! Kenapa berhenti mendadak?!” Hyo berkata dengan
kesal karena Joonmyeon. “Siapa suruh berdiri dibelakangku?” Tanya Joonmyeon
yang semakin membuat Hyo naik darah.
“Awas kau Kim Joonmyeon!!” Teriak Hyo
kesal lalu mengapit kepala Joonmyeon di salah satu lengannya. Dilanjutkan
dengan memukul dan mengacak-acak rambut Joonmyeon.
“YAA! Hentikan! Hentikan dasar kau
Jung Hyo Hoon!” Joonmyeon berusaha melepaskan kepalanya dari amukan Hyo. “Biar
kuberi pelajaran kau atas tindakan yang tidak baik selama ini.” Ucap Hyo dengan
smirknya. Seisi kantin termasuk JB dan Neul Ah menatap ke arah keduanya.
Yang sedang diperhatikan semakin
menjadi-jadi ketika Joonmyeon menarik rambut Hyo.
“YAA! Sakit!!” Ucap Hyo kesakitan
*iyalahsakit*
“AWW! Sudah hentikan! YAK!
YYYAAAKKK!!!” Teriakan Joonmyeon semakin membuat heboh kejadian itu.
“Minta maaf dulu!” ucap Hyo
ditengah-tengah perkelahian mereka. “Baik!” Ucap Joonmyeon terus terang. hyo
menghentikan kelakuannya sejenak.
“Hosh..Hosh.. Aku .. Minta maaf.”
Jelas Joonmyeon sambil dengan nafas terengah-engahnya. Seketika Hyo melepaskan
kepala Joonmyeon.
Joonmyeon langsung merapikan pakaian
dan rambutnya. Begitupula Hyo.
“Aku seperti kembali ke masa TK.”
Ucap JB membayangkan saat pertama kali mereka bertemu saat TK. Saat itu juga
Hyo melakukan hal yang sama kepada Joonmyeon. Hanya saat itu Joonmyeon
mendorongnya sampai terjatuh ke lumpur.
Neul Ah tersenyum mengingat kejadian
saat mereka pertama kali bertemu.
“Kenapa kalian tersenyum?” Ucap
Joonmyeon galak. Neu Ah langsung menghentikan senyumnya.
“Kalian tidak ingat kejadian ini
dulu?” Tanya JB yang dibalas tatapan kosong Hyo. “Kau tidak ingat?” Tanya JB
dan kemudian saat itupula Hyo menepuk jidatnya.
“Benar. Disaat kita TK. Waktu itu aku
jatuh kelumpur didorong oleh namja yang tidak kukenal.” Ucapnya dan seketika
senyumannya mengembang.
Jika mungkin Joonmyeong mendorong Hyo
saat itu, mereka ber-empat tidak akan bertemu dan tidak akan seperti saat ini.
Joonmyeon mendengus kesal karena ulah
dialah saat itu dan membuat JB membelanya habis-habisan dan Neul Ah membela Hyo
habis-habisan. Dan kejadian seperti tadi terjadi di masa lalu atau asal muasal
lahirnya persahabatan mereka.
################################
HYO POV
Setelah kejadian itu, persahabatan
kami menjadi lebih erat. Lucu sekaligus memalukan.
Hari ini akan segera berakhir. Aku harus pergi
ke makan malam itu bersama appa dan eomma.
“Wah, kau sangat cantik!” Puji eomma
ketika aku turun dari lantai atas.
“Gomawo, eomma.” Ucapku berseri-seri.
Lagipula tidak biasanya appa dan eomma menyuruhku memakai pakaian sangat
feminim seperti ini.
“Ini sebenarnya ada apa ya?” Tanyaku
kepada appa. Appa hanya tersenyum dan mengelus rambutku. “Putriku sudah besar.”
Ucapnya sambil berkaca-kaca?
Sebenarnya ada apa?
Aku…
Aku sangat tidak mengerti.
####################################
Kami menuju ke sebuah restaurant yang
besar. Di tempat itu telah duduk sepasang suami istri dan menyambuut kami
dengan senang. Appa dan eomma saling berpelukan melihat sepasang suami-istri
itu.
Tunggu sebentar. Bukankah mereka
orang tua Kim Joonmyeon ya?
“Neul Ah. Sudah lama tidak berjumpa.”
Ucap nyonya Kim, eomma-nya Joonmyeon. “Ne.”Ucapku sambil membalas pelukannya.
“Kau sangat cantik.” Ucap tuan Kim,
appa Joonmyeon. Kulihat sekeliling ternyata hanya ada kami saja. Sepertinya
restaurant ini sudah dipesan khusus oleh kami.
Aku mengedarkan pandanganku. Tak
kulihat namja menyebalkan itu.
“Kau mencari Joonmyeo ya?” Ucap
nyonya Kim kepadaku. Aku lantas duduk di samping kedua orang tuaku.
“Memangnya dia tidak ikut ya
eommonim? Biasanya kan dia selalu membuntuti eommonim kemana-mana.” Ucapku
sambil tersenyum.
“Dia datang sebentar lagi. Tadi dia
telat.” Jelas tuan Kim. Lalu tak lama pintu restaurant terbuka. Kualihkan
tatapan mataku. Kulihat Joonmyeon datang dengan pakaian resmi. Sebenarnya ada
apa ini?
“Kau hadir?” Ucapku kepadanya yang
melewatiku dan duduk dihadapanku. “Tentu saja.” Ucapnya mengerucutkan mulutnya.
“Hahaha.. Kalian masih saja seperti
itu.” Ucap appa sambil tertawa. Aku dan Joonmyeon saling melempar tatapan
heran.
Joonmyeon menatapku sengit aku juga
balas menatapnya sengit.
“Baiklah. Kita akan mulai acara
perjodohan ini.”
MWO?! Perjodohan? Apa-apaan ini?
Kulihat ekspresi Joonmyeon sama
sepertiku. Kami berdua terkejut sekali. Ucapan JB dan Hyo selama ini terjadi!
Apa ini yang disebut takdir! Akh! Apa-apaan ini?
“Pe-perjodohan?” Ucapku terbata-bata.
“Ne. Tidak apa-apa kan
Joonmyeon-ssi?” Tanya eomma kepada Joonmyeon yang masih membulatkan matanya.
Tidak mau! Shireo! Shireo! Hatiku
memberontak bukan main. Aku saling tatap dengan Joonmyeon masih dengan
pandangat terkejut kami.
Aku tidak percaya semua ini! Namja
ini akan menjadi calon suamiku cepat atau lambat! Akh!
“Ucapan Hyo dan JB bukan main-main.”
Joonmyeon mengeluarkan kata-kata itu masih dengan tatapan bingungnya.
Bagaimana ini?!
-TBC-
Gimana? Hayo gimana? Ada perjodohan
juga ya? Kekeke.. Kehidupan Neul Ah semakin rumit ya? Hehehe.. Mian postingnya
lama karena terlalu fokus ke FF Home. Makasih atas dukungan kalian. Komentarnya
kumohon! Author memerlukannya untuk melanjutkan FF ini. Sebatas komen saja kok.
Dan untuk next chap agak lama. Karena selama 2 minggu dari sekarang, author
harus belajar untuk sia-siap UN dan buku tahunan! Yeay! Komen please!!! J



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan Jejakmu! Hargai karya anak bangsa!