FF EXO and GOT7 : Hate U or Love U?? (Chapter 1)
Hate U or Love U??
Author : Park Hwa Rin, @KintanHA
Title : Hate U or Love U?
Main Cast : Kim Joonmyeon/SuHo (EXO-K)
Shin Neul Ah (OC)
Other Cast : Jung Hyo Hoon (OC)
Lim Jae Beom/JB (GOT7)
Genre : School Life, romance,
friendship, comedy(?)
Rating : Teen
Length : Chaptered
A/N : Annyeonghaseo! Aku balik lagi
dengan FF ke-2 yang aku post di blog pribadi ini. Masih belajar juga sih. Oh
ya, FF ini kupersembahkan untuk partner-ku Sophia yang juga fans SuHo. Terima
kasih kalian udah mau nyempetin baca FF GaJe ini lagi. FF ini 100% dari
pemikiran author. Cast punya orang tuanya dan Tuhan. Kecuali cerita ini milik
author. Tinggalkan komentar please. DON’T COPAS AND DON’T BE A SILENT READERS
PLEASE! Typo berterbangan. Enjoy ^ ^
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
AUTHOR POV
“Neul-ah…”
panggil Hyo kepada sahabatnya yang sedang asyik sendiri dengan handphone nya.
“Ada apa?”
Balas Shin Neul Ah, orang yang dituju-tuju oleh Hyo. Hyo mendecakkan lidahnya
sebal. Melihat partner teman sebangkunya ini yang sama sekali tidak peduli
dengannya.
“Ah! Aku
lupa! Hari ini kau disuruh Joonmyeon untuk mengantarnya ke toko buku.” Goda Hyo
yang tepat membuat Neul Ah jadi naik darah *meletuskali?*.
“Mwo?! Yaa!
Hyo Hoon! Jung Hyo Hoon! Bercandamu tidak lucu sekarang! Jangan bawa nama orang
itu lagi! sudah cukup dia menjahiliku setiap hari!!!” Wajah Neul Ah menjadi
merah padam karena menahan amarahnya.
“Iya..Iya..
Oh ya, kau tahu? Hari ini JB ulang tahun. Kau mau ikut tidak? Ada makanan
banyak lho. Apalagi untuk kita berdua sahabatnya.” Hyo mencoba mengajak Neul Ah
pergi ke ulang tahun sahabatnya, JB. JB,Neul Ah, Hyo, dan juga SuHo atau
Joonmyeon. Mereka ber-4 adalah sahabat sejak SMP. Hyo akrab dengan semua
sahabatnya, begitupula JB. Tidak dengan Neul Ah dan SuHo. Walaupun mereka
bersahabat, tapi keduanyalah yang terkadang menjadi pengacau. Rasa benci(?) di
diri keduanya akan muncul jika mereka berdekatan.
“SuHo hadir
juga?” Tanya Neul Ah yang dibalas anggukan pelan dari Hyo.
“Dia ikut
ya? Aku tidak ikut saja.” Celetuk Neul Ah yang membuat mata Hyo menjadi belo.
“Eh? Ini kan perkumpulan sahabatan kita Neul Ah! Kau tidak boleh seperti ini!
Kau tahu bagaimana sifat JB?! Sekalinya marah dia tidak akan melepaskan kita
begitu saja.” Suara Hyo semakin mengecil ketika melihat JB (orang yg sedang
dibicarakan) muncul di hadapan mereka berdua.
“Siapa yang
tidak akan hadir, huh?” tanyanya dengan tatapan tajamnya yang membuat semua orang
menjadi bergidik ngeri. Sifat JB memang tidak pernah berubah. Egois? Tidak
juga. Pemarah? Tepat sekali. Pendendam? Tidak terlalu. Periang? Terkadang.
Dingin? Sering sekali kecuali dengan sahabatnya.
“Tidak. Kami
semua akan datang. Ya kan?” Hyo merangkul pundak Neul Ah yang masih merasa
takut melihat tatapan mata dari JB. “Iya.” Akhirnya Neul Ah mengeluarkan
suaranya walaupun sangat kecil.
“Benarkah?
Aku akan mempersiapkan tempat special untuk kita-kita saja.” JB lalu keluar
kelas sambil tersenyum. Tanpa lambaian? Iya.
“WWWWWWWWWWWWWAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!”
teriak seorang namja sambil mengibas-ngibaskan kertas yang dibawanya. Namja itu
lalu menghampiri JB yang baru sampai di ambang pintu kelas. “JB! Chukkae!”
Ucapnya lalu memeluk JB. JB hanya tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya
itu. lantas dia membalas pelukan sahabatnya. “Gomawo. Kau harus hadir.” Setelah
bercakap-cakap sebentar, JB kembali pergi, dan namja itu masuk dan berdiri di
hadapan Hyo dan Neul Ah yang duduk dan sakit kepala mendengar teriakan namja
itu yang menggema di koridor.
“YA! Kau ini
sangat berisik!” Neul Ah langsung melontarkan kalimat itu kepada namja di
depannya yang memang sudah sedari tadi menatapnya sinis dan tersenyum jahil.
“Lain kali
jangan berteriak seperti itu lagi!” Hyo angkat bicara. Namja itu hanya
tersenyum tak karuan.
“Tidak ada
yang lucu disini Tuan Kim!” Hyo dengan sabar mengeluarkan kata-kata halus tapi
mengandung makna lain. “Mian..Mian.. Kalian berdua akan hadir kan?” tanyanya
sambil menunjuk muka Hyo dan Neul Ah bergantian. “Tentu saja!” Kata Hyo dengan
semangatnya.
“Kau? Tidak
ikut ya?” muncul ekspresi kecewa di wajah SuHo yang menatap Neul Ah. “Aku
ikut.” Jawab Neul Ah singkat tetapi sempat membuat SuHo menjadi senang tak
karuan.
“Asik!
Berarti aku tidak bosan!” teriaknya lalu duduk di bangkunya yang berada tepat
di belakang bangku Hyo dan Neul Ah. Oh ya, sebenarnya partner tempat duduk SuHo
itu JB tapi tadi JB keluar, tidak tahu deh author juga kenapa tuh JB keluar.
-_-
“Tidak
bosan?! Maksudmu apa Tuan Kim?!” Neul Ah menatap seram SuHo yang duduk
dibangkunya sambil tersenyum jahil. Sedangkan Hyo hanya menghembuskan nafas.
“Memangnya
aku ini mainan?! Aku ini seorang yeoja!!” Teriak Neul Ah yang menggema di
kelas. Teman-teman yang lainnya langsung menatapnya heran. SuHo yang merasa
tidak enak dengan pandangan yang lainnya juga hanya berlagak tidak tahu apapun.
“Apa? Kau
yeoja? Sejak kapan, eoh? Kau ini kan kasar, penuh ketomboy-an, mana mungkin
seorang yeoja. Jika dibandingkan dengan Hyo juga, kau ini berada jauh dibawahnya,
kau tahu?” SuHo mengucapkannya sambil menatap sebal Neul Ah.
“YA!” Neul
Ah menjadi semakin naik darah.
“YA! Kalian
berdua! Bisa tidak kalian diam! Pelajaran akan dimulai! Jika tidak bisa diam,
akan aku jodohkan kalian!!!” Hyo yang sebal harus setiap hari mendengar
pertengkaran Neul Ah-SuHo terkadang sering mengancam mereka berdua dengan
‘kalian aku jodohkan!’ atau ‘Kalian aku do’akan menjadi sepasang suami istri!’
atau kata-katanya yang barusan diucapkan. Layaknya seorang anak kecil yang
dimarahi oleh eommanya, Neul Ah dan SuHo langsung diam beribu bahasa.
Jika
persahabatan mereka dijadikan sebuah keluarga kecil nan manis, hasilnya akan
seperti ini:
JB: sebagai
Appa
HYO: sebagai
Eomma
NEUL AH dan
SUHO: sebagai saudara kandung yang berbeda kelamin tapi terus-terusan
bertengkar hanya karena hal sepele. Tom and Jerry sangat cocok untuk mereka
berdua.
Neul Ah dan
SuHo langsung diam beribu bahasa setelah mendengar perkataan Hyo yang menurut
mereka sangat mengancam.
Hyo di dalam
hatinya langsung tersenyum bangga melihat Neul Ah dan SuHo yang seperti anak
kecil itu.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
“Hyo-ah,
pakaian apa yang nanti akan kau gunakan di rumah JB?” Neul Ah sekarang sedang
memilih pakaian di butik milik eomma Hyo. “Aku akan menggunakan pakaian yang
tidak terlalu mencolok. Kau? Sudak menemukannya belum?” Hyo sebal memandangi
sahabatnya yang dari tadi belum beres memilih baju padahal di butik ini banyak
sekali baju yang cocok dipakai untuk seorang Neul Ah.
“Kau ini
lama sekali! Memangnya kau akan memilih gaun untuk pernikahanmu apa?” Hyo
menatap sebal Neul Ah yang masih saja memilih pakaian. “Mungkin nanti akan
lebih lama, Hyo-ah.” Neul Ah tersenyum mendengar ucapan Hyo tentang gaun
pengantin yang akan dia kenakan saat hari pernikahannya nanti.
“Wae? Kenapa
kau tersenyum? Apa jangan-jangan pengantin prianya adalah SuHo?” Hyo kembali
menggoda Neul Ah.
“YA!” teriak
Neul Ah dan akhirnya langsung mengambil sebuah dress berwarna pink lembut yang
panjangnya selututnya.
“Akhirnya
kau selesai juga. Aku kira kita akan terlambat datang nanti.” Hyo tersenyum
lega.
Hyo segera
mengambil sebuah dress biru muda yang panjangnya selututnya. Dress itu
memamerkan kakinya yang jenjang dan lekuk pinggangnya. Di bagian dada atasnya,
dress itu hanya tertutupi warna transparan yang menutupi dada atasnya.
Tangannya yang kurus sangat terlihat jelas. Dihiasi sepatu sandal berwarna
putih dengan hak sekitar 4 cm saja. Rambutnya yang hitam ikal dibiarkan terurai
hanya dengan dihiasi jepitan kecil. Make upnya juga tidak tebal dan hanya
menegaskan paras cantiknya.
Neul Ah
menggunakan dress berwarna pink lembut yang panjangnya juga selutut. Di bagian
dada atasnya memang tidak tertutupi tetapi masih dibilang sopan. Tangannya yang
kurus juga terekspos. Menunjukan setiap lekuk tubuhnya. Awalnya Neul Ah merasa
tidak nyaman dengan pakaian agak ‘ketat’nya itu. tapi sekarang dia mulai
terbiasa. Rambutnya yang pendek diurai. Dihiasi sepatu hak berwarna putih yang
memiliki tinggi 5 cm. Make upnya juga sama tipisnya dengan milik Hyo.
Sebelum
mereka pergi, eomma Hyo sempat memfoto mereka berdua karena penampilan mereka
yang sangat cantik.
“Neomu
yeoppo!” Eomma Hyo berteriak girang. Akhirnya mereka berdua naik mobil milik
keluarga Neul Ah dan segera pergi ke rumah JB.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Seperti
dugaan mereka. Mereka terlambat. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 dimana acara
sudah dimulai. Jalanan Seoul sangat macet. Sangat macet parah.
“Neul-ah!
Eottoke?” Hyo mulai panic dan melihat jam tangannya. “Nado molla.” Jawab Neul
Ah yang sama paniknya.
“Kita jalan
kaki gimana?” celetuk Hyo. “Mwo? Dengan pakaian seperti ini?” Neul Ah langsung
memprotes. Walaupun Hyo terlihat feminim, tapi dia juga sedikit tomboy lho.
Buktinya dia sering bertengkar dengan anak namja kelas sebelah yang suka
meledek Neul Ah.
“Lepaskan
sepatumu.” Hyo langsung memerintah. Neul Ah hanya menatapnya tak percaya.
“Kita tidak
memiliki pilihan. Macetnya sangat parah. Kita dari tadi tidak bisa jalan.
Lagipula perumahan JB hanya 2 blok lagi. Dan dari tadi JB dan SuHo sudah
meneleponku. Kau mau kita kecewakan JB?”
Neul Ah
akhirnya hanya mengikuti keinginan Hyo.
Akhirnya
mereka memakai sepatu cats milik Neul Ah yang ada dimobilnya. Memakai jaket
seadanya demi menutupi pakaian dan rambut mereka.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
SUHO POV
“Kemana lagi
anak itu?” Kenapa mereka belum datang. Oh God! Wajah JB terlihat dingin
sekarang.
Kulihat
pintu tiba-tiba menjeblak terbuka dan kulihat Neul Ah dan Hyo yang datang. Ada
apa dengan pakaian mereka? Sepatu cats?
Jaket? Model pakaian apa itu. kulihat mereka berdua datang ke arah kami
berdua.
“Jangan
banyak bicara. JB maaf kami terlambat. Jalanan sangat macet. Permisi. Kami
harus merapikan pakaian kami terlebih dahulu. Kau tidak marah kan?” Hyo dengan
tegas berkata kepada JB. Dan kulihat wajah JB yang sudah tidak sedingin tadi.
Syukurlah.
Setelah
beberapa menit menunggu mereka, akhirnya mereka muncul juga. Wow! Apakah mereka
benar-benar sahabatku? Apakah mereka benar-benar sahabatku?
Pakaian Hyo
dan Neul Ah sangat cantik. Mereka datang ke arah kami berdua. Kusikut JB yang
sedang meminum segelas jus.
“Hahahahha….”
Terdengar tawa khas Hyo.
Kulihat pula
disebelahnya Neul Ah yang sudah memasang wajah ‘ada apa kau lihat-lihat?’ .
“Hei.. Hei..
Kami terlambat ya?” Hyo memulai pembicaraan. Sepertinya dia menyadari sikap
Neul Ah kepadaku.
“Tidak kok.
Ayo ke kamarku.” Ajak JB dengan tersenyum. Ya, suasana pesta 17 JB kali ini
tidak terlalu ramai. Hanya sebuah pesta resmi. Hanya beberapa teman sekelasku
yang diajak olehnya. Karena sikap JB memang memilih teman yang hanya menurutnya
asyik.
“Aku suka
pakaian kalian berdua.” JB membuka pembicaraan. Kami semua sekarang sedang
berada di kamarnya. Kamar yang sangat besar.
“Benarkah?
Ini dari butik eommanya Hyo lho.” Neul Ah menjawab sambil tersenyum dan melirik
ke arah Hyo yang sedang asyik memainkan stick PS.
“YA! Hyo-ah!
Kau yang berusaha keras membujuku untuk datang. Dan sekarang kau bermain PS
sendirian, eoh?” Kulihat Neul Ah marah.
“Ya yang
pasti kau datang.” Ucap Hyo dengan matanya masih terpaku dengan layar televisi
dikamar JB ini.
“Hyo-ah. Kau
seru sekali mainnya.” Ucapku penasaran. “Eh? Kau mau ikutan? Kita bisa duel.
Bolehkan JB?” tanyanya kepada JB yang hanya menatap kami bertiga dari tadi
sambil tersenyum. “Tentu saja boleh.” Ucap JB dan lalu kemudian membaca sebuah
novel tebal di kasurnya.
“JB!
Bolehkah ku pinjam komputermu?” kulihat Neul Ah menunjuk ke arah computer JB.
Jb hanya mengangguk dan tersenyum. Dengan layaknya seperti anak kecil, Neul Ah
berlari ke arah computer itu.
“Dasar!
Dirumahmu tidak ada computer ya?” sindirku. Kulihat dia menatapku tajam. Ntah
mengapa aku sangat senang jika aku menjahilinya. Rasanya hatiku sangat nyaman
ketika sudah menjahilinya(?) tak kusadari aku tersenyum sekarang.
Kulihat ke
arah Hyo yang sudah sedang menatapku sambil tersenyum tidak jelas.
“Ada apa?
Kenapa kau menatapku seperti itu?” kutanyakan kepada Hyo yang memandangku
sambil tersenyum smirk.
“Kau… apa
mungkin… Menyukai Neul Ah?” kalimat itu terlontar dari mulut Hyo begitu saja.
Aku tidak bisa menjawabnya. Sudah kulihat JB sedang tersenyum sama seperti Hyo
sedang memandangku.
“Ada apa
dengan kalian berdua?” aku melihat JB dan Hyo bergantian. Ekspresi wajah mereka
sama. Kurasakan pipiku memanas. Apa? Memanas?
Aku tidak
bisa menjawab pertanyaan Hyo. Dan kulihat Neul Ah yang memunggungi kami dan
tidak tahu hal yang terjadi antara kami.
Apa mungkin
aku menyukai anak menyebalkan itu?
TBC
Gimana?
Jelek ya? GaJe? Maaf ya… Tolong kasih komentarnya ya? Terima kasih udah mau
baca! Tebak-tebaklah apa yang akan terjadi selanjutnya… Komentarnya dong
please!!!! J



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan Jejakmu! Hargai karya anak bangsa!