FF EXO: But,.. (Oneshoot)


BUT,..


Author           :Park Hwa Rin, @KintanHA
Main Cast     : Xi Luhan (EXO-M)
                          Jung Hyo Hoon (Fiction)
Title                : But,..
Length           : Oneshoot
Genre             : School life, sad
Rating            : Teen
A/N                 : Annyeonghaseo! Ini FF pertamaku dan FF pertama yang aku publish. Dimaklum jika jelek dan gaje ya? Baru belajar. Kritik dan saran dari kalian akan sangat berarti. Hati-hati Typo berterbangan dimana-mana… RCL nya dimohon ya agar aku bisa memperbaikinya… Terima kasih sudah mau mampir baca FF Gaje ini. FF ini murni 100% buatanku. Langsung dari otak lho. Alur, cast, pokoknya semuanya deh. Maaf jika ada kesamaan-kesamaan ya? No Plagiat please!! Disarankan bacanya diiringi lagu-lagu sedih ya.. seperti Jin-Gone, Ali-Hurt, dsb.  Enjoy!! ^ ^

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Bukan, ini bukan kesalahanmu.
Kau tidak salah apapun.
Aku yang selalu menyukaimu,mengagumimu.
Disini..
Selalu menunggu kehadiranmu lagi.
Untuk sahabatku, aku ingin selalu bersamamu..
Tapi,…

HYO POV

Sinar mentari pagi menggelitik tubuhku. Pagi ini aku akan sekolah. Sekolah lagi. Membosankan. Aku berusaha menarik lagi selimutku dan berharap aku masih di dunia mimpi. Dimana aku bisa berkhayal sepuasnya.
Tapi, dia sedang apa?
Apakah dia baik-baik saja?
Sahabatku, bagaimana kabarmu?
Apakah kau merindukanku?
Aku menepis semua pikiranku tentangnya. Sahabatku. Sahabat masa kecil tepatnya. Xi Luhan. Dia adalah kesatria yang selalu melindungiku dari kecil. Kesatria yang selalu melindungiku. Aku mengharapkan kehadirannya. Sungguh, aku sangat merindukannya. Sampai kapan pun aku akan selalu merindukannya.
Memang tidak wajar bukan seorang wanita dan pria bersahabat? Apakah ada rasa lain diantara kami? Iya, memang ada. Mungkin hanya ada di pihakku. Aku mengaguminya. Aku menyukainya. Aku tidak tahu rasa suka itu apa. Tapi, apakah rasa suka itu rasa yang selalu ingin bersamanya? Selalu ingin menggenggam tangannya? Selalu ingin menatapnya? Selalu tidak ingin kehilangannya? Dan, jika dia hilang, apakah rasanya sakit? Sangat sakit? Rasanya sangat merindukannya?

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Aku segera bergegas secepat kilat. Baju seragam SMA ku yang sudah 2 tahun ini aku gunakan terlihat masih saja bersih.
“Eomma! Aku berangkat dulu!” aku berteriak kepada eomma-ku yang masih saja menonton televise.
“Ne! hati-hati!” teriak eomma yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan matanya dari TV.
Aku segera berlari menuju halte bis. Ya, aku telat. Lagi-lagi telat karena memikirkannya. Memikirkan dia yang entah sedang apa dan ada dimana. Yang pasti aku sangat merindukannya.
Seiring detik jam berlalu, rintikkan air hujan semakin deras. Hujan. Bagus sekali! Sudah telat, terkena air hujan, dan bis-ku belum datang! Perfect sekali hari ini.

Seiring dengan do’a-ku yang berharap bis segera datang, ada seorang namja yang memang sedari tadi menatapku. Aku membalas tatapan namja itu. Pakaian seragamnya sama denganku. Oh, pasti dia satu sekolah denganku. Tunggu dulu. Tapi kenapa dia menatapku seperti itu? apakah aku mengenalnya? Kenapa dadaku sesak? Kenapa aku ingin menangis melihat namja itu? Tatapannya persis seperti Luhan.
Tapi,..
Ini tidak mungkin! Aku pasti sedang berkhayal! Tidak!
Kejadian kecelakaan ku ketika SMP terulang kembali.

Flashback

“Luhan-ssi!!!!” aku berteriak ketika melihat kantong mantelku bolong dan membuat foto itu terbang.
“Andwaeee!!!” aku berteriak mengejar foto itu. Foto-ku dengan Luhan. Satu-satunya foto-ku bersamanya.
Aku berlari sekuat tenaga dan aku mendapatkannya.
Aku mendapatkannya di tengah jalan raya?! Kudengar beberapa orang meneriakiku. Yang terpenting sekarang Luhan. Ya Tuhan, apakah Luhan memiliki rasa yang sama terhadapku? Apakah dia tahu yang sebenarnya? Aku menaruh foto itu di kantung celanaku dan aku hendak berdiri. Kudengar sebuah klakson mobil yang sangat nyaring memekkikan telinga.
Terlambat.

Tubuhku sudah tertabrak mobil itu. aku tidak tahu apapun setelah itu. “Luhan-ssi, aku merindukanmu.” Aku menangis sebelum akhirnya diriku jatuh pingsan.

Falshback End

LUHAN POV

Aku kembali. Aku kembali semuanya. Seoul-ku!!! Aku merindukkan tempat ini. Sangat merindukannya.
Tapi,..
Apakah dia masih mengingatku?
Apakah dia masih akan memanggilku sebagai kesatrianya?
Apakah dia tahu aku sudah pulang demi dirinya?
Hyo. Jung Hyo Hoon. Dialah alasanku kembali ke Korea. Aku mendengar kabar dari kedua orang tuanya. Kejadian itu yang selalu menghantuiku dan membuatku merasa bersalah telah meninggalkannya..

Flashback

“Luhan-ssi…” kudengar isak tangis dari eomma Hyo. “aa..a..ada apa?” jawabku panic. “Hyo,…Hyo…” Isak tangisnya semakin kencang. “Hyo? Ada apa dengannya?”
“Hyo kecelakaan..” air mataku menetes. Semakin deras bagaikan sungai yang mengalir di pipiku. “Kecelakaan?” suaraku tercekat.
“Hyo koma sekarang.” Sambungan teleponku tiba-tiba terputus dan kulihat appa yang duduk disebelahku sedang termenung.
“Kau tidak bisa kesana.” Ucap appa tegas. “Appa… tapi Hyo…” aku berusaha memelas. “Tidak! Kau harus menyelesaikan SMP-mu disini. Jika kau ingin kesana, belajarlah dengan tekun! Agar kau sudah menjadi pantas meneruskan hotel appa di Seoul.” Setelah berkata seperti itu appa meninggalkanku yang menangis dipelukkan eomma.
“Belajarlah. Hyo pasti akan menunggumu.” Eomma berusaha membujukku.

Flashback End

Sedih jika harus mengingat kejadian itu.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Aku melihat seorang yeoja. Tidak mungkin! Aku menatapnya dan dia menatap mataku. Apakah ini hanya kebetulan? Itu Hyo! Jika saja aku tidak pergi ke halte bis ini, mungkin aku tidak akan menemukan dirinya.
“Hyo?” yeoja itu menatapku dengan tatapan herannya. “Kau tahu diriku?” tanyanya polos. Iya, dia memang Hyo. Matanya, tatapannya. Dia adalah Hyo.
“Hyo. Kau masih mengingatku kan?” kulihat yeoja itu semakin gugup. “Hyo.” Tak lama sebuah bis datang. Dia langsung melesat masuk ke bis itu. sangat ketakutan.
Aku tersenyum melihatnya. Memang. Kata orang tuaku aku sangat berbeda dari dirikku yang dulu. Wajar saja Hyo tidak mengenalikku. Pasti dia berpikiran aku orang asing yang berusaha mendekatinya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Aku sengaja memilih sekolah ini. Sekolah yg sama dengannya. Kulihat beberapa yeoja memandangku kagum. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman.
Aku sekelas dengannya.

“Annyeonghaseo. Xi Luhan-inmida.” Aku memperkenalkan diri dan kulihat dia yang tadi sedang tidur langusng bangun dan membulatkan matanya. Sangat lucu. Wajahnya terlihat shock? Aku sampai terkekeh pelan melihatnya. Aku duduk di ujung kelas. Sangat jauh dari tempat duduknya. Setidaknya aku dapat memandangnya dengan jelas. Wajah cantiknya yang tidak berubah.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Bel istirahat berbunyi. Kulihat Hyo yang mematung. Aku memberanikan diri menghampirinya. “Kau tidak makan?” kulihat dia mendongakan kepalanya. Dengan secepat kilat dia langsung memelukku.
“Neo! Nappeun namja!” kudengar dia mulai terisak. Kuberanikkan tanganku mengelus kepalanya. “Mian. Aku sudah membuatmu menunggu.” Isakan tangisnya kembali terdengar.
“Aku berjanji aku akan melindungimu lagi.”

AUTHOR POV

Kedua insan itu sedang bercakap-cakap dan saling melepas rindu mereka. Terlihat beberapa yeoja memandang Hyo dengan kesal.
“Bagaimana kabarmu?” Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Luhan. “Tidak baik.” Jawab Hyo singkat.
Mereka senang sekali dapat bertemu lagi. Hyo ataupun Luhan tidak ada yang mengangkat topic kecelakaan yang dialami Hyo. Karena menurut Luhan itu akan sangat menyakitkan bagi Hyo. Hyo juga. Hyo takut Luhan akan iba dengannya.
Hari-hari berlalu. Hubungan Hyo dan Luhan sangat baik. Tapi,.. Ada sebuah rahasia besar yang Hyo sembunyikan selama ini.
Malam itu..

“Luhan. Kau berjanji kepadakku akan selalu melindungiku kan?” Hyo menanyakan pertanyaan itu kepada Luhan yang duduk di depannya. Luhan menatap heran Hyo.
“Tentu saja.” Luhan tersenyum hangat. Debaran itu datang lagi.
“Luhan. Jika memang aku pergi jauh, apakah kau akan merelakanku pergi?” Hyo kembali mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan aneh.
“Tidak akan. Aku sudah berjanji padamu.”
“Tidak Luhan. Kau harus merelakanku pergi. Kau harus. Aku memutuskan perjanjian itu. tidak ada janji diantara kita lagi, ne?” Luhan tersentak mendengar perkataan Hyo. Sahabatnya ini bertingkah aneh. “Memangnya kau akan pergi kemana?” Luhan menegakkan posisi tubuhnya. Hyo hanya tersenyu manis. “Hahahaha…” Tiba-tiba Hyo tertawa sangat keras sehingga para pengunjung café itu melihat ke arahnya.
“Luhan. Aku menyukaimu.” Hyo mengaku. Dilihatnya Luhan yang diam membeku. Hyo tidak tahu harus berbuat apa. Dia sudah mengaku kepada sahabatnya itu. rasa yang ia pendam selama ini. Rasa yang selalu menghantuinya. “Jadilah kesatriaku selalu, ne?” Hyo menggenggam tangan Luhan yang sedang terlihat sedikit shock.
“Oh? Ne.” jawab Luhan singkat. Luhan tidak tahu harus berkata apa. Sahabatnya menyukainya. Tapi Hyo tidak menginginkan Luhan menjadi namjachingu-nya. Hanya menyatakan rasa suka. Wajar jika setiap manusia di muka bumi ini memiliki rasa suka. Luhan membalas genggaman tangan Hyo. Mereka berdua hanya tersenyum.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sekolah libur. Libur musim panas.
Luhan berlarian di koridor rumah sakit. Mencari ruangan yang ditujunya. Ruangan Hyo.
LUHAN POV
Bagaimana bisa kau Hyo? Aku kembali kepadamu sekarang. Kau kenapa seperti ini? Kau tidak mau bersahabat denganku lagi? inikah sebabnya kau memutuskan perjanjian kita? Andwae Hyo! Jangan tinggalkan aku Hyo!
Ini ruangannya. Kulihat tubuh pucat Hyo terbaring lemah. Air mataku sangat deras mengalir. Kenyataan pahit. Aku melihat ke samping monitor yang hanya menampilkan garis lurus dan bunyi nyaring.
Hyo sudah pergi. Pergi sangat jauh.
Aku tidak bisa menyusulnya sekarang. Hanya waktu yang memutuskan kapan aku dapat melihat senyuman manisnya lagi. Hatikku sangat sesak.
Flashback
“Appa… Eomma…” Hyo dengan suara yang lemahnya memanggil kedua orang tuanya. “Maafkan Hyo.” Air matanya mengalir sekarang.
“Tidak Hyo. Eomma dan appa yang harus meminta maaf.”
“Tidak. Tolong bisakah eomma memberikan ini kepada Luhan?” Hyo memberikan sepucuk surat untuk Luhan sahabatnya sekaligus orang yang disukainya.
“Dan, appa. Bisakah kau merekamku? Kumohon.” Appanya menyanggupoi keinginan putrinya.
Record..

“Luhan, sahabatku. Aku tahu pasti kau akan sedih. Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku. Maafkan aku Luhan. Aku adalah sahabat yang buruk kan? Aku menyembunyikan kenyataan ini. Aku sungguh minta maaf. Ini semua bukan kesalahanmu. Aku ingin berada disampingmu. Tapi, aku tidak bisa. Maafkan aku Luhan. Berbahagialah ne? kau harus berjanji kepadaku. Aku berharap kau mendapatkan semua hal yang kau inginkan. Aku akan selalu mendukungmu. Aku berharap kau mendapatkan penggantiku ya? Hahahahah… Sahabatku Luhan, sang kesatria-ku. Aku berharap ada seseorang yang bisa mencintaimu seutuhnya. Tidak seperti diriku yang bodoh ini. Maafkan aku telah lancang menyukaimu. Kuharap orang itu akan menjadi sahabatmu juga dan selalu mencintaimu seutuhnya melebihi rasa cintakku kepadamu. Annyeong.. Luhan.. Saranghae..”

Hyo menangis sejadi-jadinya setelah merekam video itu.

Flashback End.

AUTHOR POV

“Aku juga menyukaimu Hyo. Asal kau tahu itu. aku selalu menyukaimu. Tidak. Aku tidak akan mengecewakanmu. Akan kusanggupi semua permintaanmu. Aku menyayangimu Jung Hyo Hoon. Kaulah cinta pertamaku.”

“Luhan..” panggil lemah suara eomma Hyo. Setelah pemakaman itu, Luhan membaca surat itu. tertera sebuah foto Hyo dengannya. Foto yang membuat Hyo menjadi seperti ini. Karena kecelakaan itu. Hyo memiliki gegar otak. Tapi akhirnya Hyo dapat tersenyum melihat Luhan datang kembali hanya untuk dirinya. Semenjak kecelakaan itu, Hyo harus terus menerus check up ke dokter. Memang kemungkinan Hyo tidak bisa hidup lama karena gegar otak parahnya. Tapi Luhan dapat membuatnya bahagia di detik terakhir hidupnya.

TO: Luhan sang kesatriaku.
Hai.. kau sudah lihat video itu kan? Kurasa aku tidak perlu mengatakan apapun lagi kepadamu. Kau. Jaga baik-baik foto itu ya. Foto tanda persahabatan kita Luhan. Aku mencintaimu. Aku menyukaimu. Menggelikan bukan? Hahaha… jangan khawatirkan aku. Khawatirkanlah hidupmu itu Tuan. Aku harus pergi duluan ya? Aku jahat ya? Jangan membencikku ya? Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya ya? Terima kasih atas segalanya kesatria-ku. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.
Saranghae, Luhan ^ ^
-Hyo-

Luhan menangis keras membaca surat itu. Tapi dia sudah berjanji akan menyanggupi semua permintaan sahabatnya. Walaupun waktu berlalu, Hyo akan selalu dihatinya. Cinta pertamanya.
“Nado Saranghae, Hyo.” Luhan meninggalkan pemakaman itu.

END

Akhirnya beres juga~… Gimana? Gimana? Jelek ya? GaJe kah? Tadinya mau happy ending, tapi jadinya sad ending gini.. Dimohon RCL nya ya…. Kritik dan saran dari kalian sangat berarti lho. Terima kasih para readers ^ ^  J


Komentar

  1. Ff nya sudah bagus kok,tapi maaf di awal"nya agak kurang jelas gitu,tapi pas aku baca akhirnya feelnya dapet kok ;)
    Keep writing thor!^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan Jejakmu! Hargai karya anak bangsa!

Postingan Populer